Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 2:12-18

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 3:13 am

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l0:level1 lfo2 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:90.0pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 2:12-18

I) Paulus memuji gereja Filipi.

Dalam ay 12 kita kembali melihat bahwa gereja Filipi adalah gereja yang baik, karena kepada mereka Paulus berkata: ‘kamu senantiasa taat’.

Paulus tidak segan-segan menegur gereja / orang kristen yang brengsek, seperti dalam kasus gereja Korintus. Tetapi pada saat melihat orang kristen / gereja yang baik, iapun tak segan-segan memuji. Pujian ini diberikan dengan tujuan supaya orang Filipi lebih bertekun lagi dalam ketaatan.

Penerapan:

· apakah saudara berani menegur seseorang pada saat melihat orang itu melakukan kesalahan? Memang kita tidak perlu menegur orang karena seadanya kesalahan, tetapi kalau terjadi kesalahan / dosa yang cukup besar, maka kita mempunyai kewajiban untuk menegur (bdk. Yeh 3:18).

· apakah saudara juga bisa memberikan pujian pada saat melihat sesuatu yang baik dalam tindakan / sikap seseorang? Apakah saudara pernah / sering memuji suami / istri / anak saudara? Jangan menjadi orang yang kerjanya hanya menegur saja. Ingat bahwa pujian bisa memotivasi sese-orang untuk lebih lagi berbuat baik. Tapi, janganlah memuji pada saat saudara tidak betul-betul melihat sesuatu yang baik. Ini adalah pujian yang munafik dan bersifat dusta!

II) Paulus mendorong supaya mereka makin maju.

A) Makin maju dalam hal rohani.

Dalam hal jasmani (uang, rumah, mobil, TV, video, barang-barang lain), maka kita harus cepat puas (Luk 12:15 Fil 4:11-13 1Tim 6:6-10 Ibr 13:5). Tetapi dalam hal rohani, kita tidak pernah boleh merasa puas / cukup!

Paulus melihat bahwa gereja Filipi adalah gereja yang baik, tetapi ia tetap mendorong supaya mereka makin maju lagi (ay 12-16). Hal yang sama juga ia lakukan terhadap gereja Tesalonika (1Tes 4:1).

Penerapan:

Sekalipun saudara adalah jemaat biasa (bukan Pendeta), tetapi janganlah puas dengan:

· pengertian Kitab Suci yang saudara miliki. Berusahalah untuk makin mengerti lagi tentang Kitab Suci dengan belajar lebih tekun!

· pengudusan dalam hidup saudara. Berusahalah terus untuk mem-buang dosa-dosa lain (yang kecil sekalipun) dari kehidupan saudara!

· hubungan pribadi saudara dengan Tuhan. Berusahalah untuk makin dekat kepada Tuhan!

· iman saudara. Berusahalah supaya iman saudara makin bertumbuh!

· kasih saudara kepada Tuhan dan sesama manusia. Berusahalah supaya kasih saudara itu makin disempurnakan!

· pelayanan / hasil pelayanan saudara. Berusahalah melayani Tuhan dengan lebih banyak / baik lagi sehingga lebih banyak lagi hasil yang bisa saudara dapatkan bagi Tuhan

· kehidupan doa saudara. Berusahalah untuk berdoa lebih banyak dan lebih baik lagi, baik dalam doa secara pribadi, maupun dalam perse-kutuan doa!

B) Tujuan.

Mereka harus tidak beraib, tidak bernoda dan tidak bercela (ay 15). Dengan kata lain, mereka harus berusaha untuk menjadi suci. Memang kita tidak akan bisa mencapai kesucian, tetapi kesu­cian harus tetap menjadi tujuan kita.

Ay 15 juga mengatakan bahwa mereka harus bercahaya seperti bin­tang-bintang di dunia (bdk. Mat 5:14 – ‘kamu adalah terang dunia’).

Dan Paulus mengatakan bahwa mereka harus melakukan semua itu ditengah-tengah angkatan yang sesat dan bengkok hatinya!

Penerapan:

· ada banyak orang, pada waktu mendengar Firman Tuhan (misalnya Firman Tuhan yang melarang untuk berdusta), lalu berkata: ‘Kita hi-dup di dunia. Itu tidak mungkin dilaksanakan!’

Tetapi, ay 15 itu menunjukkan bahwa Paulus menyuruh hidup suci di dunia! Firman Tuhan bukanlah sesuatu yang harus saudara laksana-kan nanti di surga, tetapi sekarang di dunia!

· renungkan: apakah saudara mempunyai tujuan / keinginan untuk hidup suci dan menjadi terang dunia? Atau saudara hanya mempunyai tujuan / keinginan yang bersifat jasmani saja?

C) Motivasi.

Paulus memberikan 2 hal untuk memotivasi mereka:

1) Mereka adalah anak Allah (ay 15).

Kesadaran bahwa orang kristen adalah anak Allah, seharusnya memotivasi setiap orang kristen, termasuk kita, untuk menjadi suci, sama seperti Bapa adalah suci! (bdk. Mat 5:48).

Penerapan:

Setiap kali saudara mau berbuat dosa atau mempertahankan suatu dosa, maka renungkanlah bahwa saudara adalah anak Allah yang harus suci sama seperti Allah sendiri!

2) Supaya Paulus bisa bangga pada hari Tuhan, dan supaya jerih payah Paulus tidak sia-sia (ay 16).

Apakah ay 16 ini menunjukkan bahwa Paulus adalah orang yang egois? Apakah ay 16 ini menunjukkan bahwa Paulus menasehati me-reka demi kepentingan dirinya sendiri? Tidak! Ay 17-18 menun­jukkan bahwa ia sama sekali tidak egois / memikirkan diri sendiri

Ay 17: ‘darahku dicurahkan’. Kata ‘darah’ ini seharusnya tidak ada! NIV: ‘I am being poured out like a drink offering’ (= aku sedang dicurahkan seperti persembahan / korban curahan).

Tentang ‘drink offering’ atau ‘korban curahan’, bisa dilihat dari Bil 15:5 & 28:7,14. Jadi, dalam memberikan persembahan, selain korban yang diletakkan di atas mezbah, ada juga korban curahan (dalam Yuda-isme, korban curahan dicurahkan sekitar mezbah; dalam agama kafir, korban curahan dicurahkan di atas korban).

Jadi, yang dimaksud oleh Paulus dengan ay 17-18 ini adalah: hidup kekristenan orang Filipi itu adalah seperti korban di atas mezbah, sedangkan kematian Paulus seperti korban curahan. Sekalipun ia harus mati sebagai korban curahan, toh dalam ay 17-18 itu ia mengajak orang-orang Filipi untuk tetap bersu­kacita. Ini jelas menun-jukkan bahwa ia tidak egois / memikirkan dirinya sendiri sedikitpun!

Jadi, pada waktu ia mengatakan bahwa mereka harus maju supaya ia bisa bangga pada hari Tuhan, itu jelas bukan demi dirinya sendiri. Paulus menyadari bahwa orang Filipi mengasihi dia, dan ia menggu-nakan hal itu untuk memotivasi mereka supaya makin maju.

D) Usaha yang harus dilakukan.

1) Ay 12:

a) ‘Kerjakan keselamatanmu’.

· Ini tidak berarti bahwa:

* keselamatan = usaha manusia.

* keselamatan = usaha manusia + Allah (ay 12-13).

* orang Filipi belum selamat.

* orang Filipi tidak yakin selamat (bdk. ay 12 – ‘takut dan gentar’).

* keselamatan bisa hilang (bdk. ay 12 – ‘takut dan gentar’).

Alasannya: lihat point selanjutnya di bawah ini!

· Calvin berkata bahwa kata ‘keselamatan’ di sini artinya adalah ‘the entire course of our calling’ (= seluruh jalan panggilan kita).

Jadi di sini kata ‘keselamatan’ itu mempunyai arti yang berbeda dari biasanya. Di sini, ‘keselamatan’ itu mencakup daerah mulai saat kita percaya sampai saat kita masuk surga.

· Kata ‘kerjakan’ (ay 12) dalam bahasa Yunaninya adalah KATERGAZESTHE, yang berasal dari kata kerja yang berarti ‘to bring to completion’ (= menyelesaikan).

Jadi, ‘kerjakan keselamatanmu’ berarti: dalam jalan saudara ikut Tuhan, jangan berhenti di tengah jalan! Ikutlah terus sam-pai akhir!

b) Tetaplah kerjakan keselamatanmu’ (ay 12).

Ini menunjukkan bahwa kita harus tekun / terus berusaha, mulai saat kita percaya kepada Kristus, sampai kita bertemu dengan Dia muka dengan muka!

Penerapan:

Apakah saudara saat ini sudah mulai mundur / mau berhenti dalam ikut Tuhan, dalam belajar firman Tuhan, dalam melayani Tuhan dsb? Tidak ada gunanya untuk ikut Tuhan, kecuali saudara ikut Dia sampai akhir!

c) Mereka harus tetap mengerjakan keselamatan, tanpa tergantung kehadiran Paulus (ay 12).

Penerapan:

Jangan hanya aktif / saleh di depan pendeta saudara! Ingat bahwa saudara bertanggung jawab kepada Tuhan dan bukan kepada manusia / pendeta!

d) ‘dengan takut dan gentar’ (ay 12).

· dalam bahasa aslinya, kata-kata ‘dengan takut dan gentar’ ini diletakkan di depan [Lit: ‘with fear and trembling, work out your salvation’ (= dengan takut dan gentar, kerjakanlah keselamat-anmu)]. Ini menunjukkan bahwa bagian ini ditekan­kan!

· kata-kata ini tentu tak berarti bahwa kita betul-betul harus ikut Tuhan dengan gemetaran! Artinya adalah: Paulus menghen­daki suatu usaha yang serius!

Seseorang berkata:

“Paul has no sympathy with a cold and dead orthodoxy or formalism that knows nothing of struggle and growth” (= Paulus tidak bersimpati dengan kekolotan dan formalisme yang dingin dan mati, yang tidak mengenal pergumulan dan pertum­buhan).

· kata-kata ini juga menunjukkan bahwa dalam berusaha kita harus punya kerendahan hati, yang diwujudkan dengan suatu kesadaran bahwa kita sebetulnya tidak bisa melakukan hal itu dengan kekuatan kita sendiri.

e) Kalau ay 12 menyuruh kita mengerjakan keselamatan kita, mengapa ay 13 mengatakan bahwa Allahlah yang bekerja?

· Ay 13 (NASB): ‘for it is God who is at work in you, both to will and to work (= karena Allahlah yang bekerja di dalam kamu, baik dalam menghendaki maupun dalam bekerja).

Kata ‘work’ yang pertama dalam bahasa Yunaninya adalah ENERGON (present participle). Kata ini menunjukkan bahwa Allah disebut sebagai ‘the energizing one’ atau ‘the ener­gizer’ (= orang yang memberi energi).

Selanjutnya, baik kata ‘work’ yang pertama maupun yang kedua, menggunakan kata Yunani yang berasal dari kata ENER­GEIN yang selalu menunjuk pada tindakan Allah, dan selalu menunjukkan pada tindakan yang effective / pasti berhasil.

· Ay 13 ini menunjukkan bahwa baik ‘to will’ maupun ‘to work / to do’ (= untuk mau maupun untuk mengerjakan), semuanya ada-lah karena pekerjaan Allah dalam diri kita.

· ‘menurut kerelaanNya’ (ay 13) menunjukkan kedaulatan Allah!

Dari semua ini maka kelihatan dengan jelas bahwa ay 13 ini seolah-olah bertentangan dengan ay 12.

A.T. Robertson mengatakan:

“Paul makes no attempt to reconcile divine sovereignty and human free agency, but boldly proclaim both” (= Paulus tidak berusaha untuk mendamaikan kedaulatan ilahi dan kebebasan manusia, tapi dengan berani memberitakan keduanya).

Kesimpulannya: sekalipun ay 13 mengatakan bahwa semua itu adalah pekerjaan Allah, tetapi kita tetap punya tanggung jawab untuk berusaha / mengerjakan keselamatan kita!

2) Lakukan semua tanpa bersungut-sungut dan berbantah-bantahan (ay 14).

Ada 2 tafsiran tentang bagian ini:

a) Ini diberikan oleh Paulus untuk menghindari adanya orang yang mengerjakan keselamatannya sambil bersungut-sungut.

Jadi, yang ia tekankan adalah usaha dari hati!

b) Bersungut-sungut menunjukkan kejengkelan / ketidaksenangan terhadap seseorang, baik yang dipendam dalam hati, atau yang dinyatakan di belakang orangnya.

Berbantah-bantahan menunjuk pada pertengkaran yang terbuka.

Jadi, dengan melarang dua hal ini, Paulus menekankan kesatuan gereja!

Saya lebih condong pada pandangan yang ke 2. Kalau demikian, maka maksud Paulus adalah: kita harus mengerjakan keselamatan dengan tetap bersatu / tanpa gegeran!

3) Berpegang pada firman kehidupan (ay 16).

NIV: ‘hold out’ / ‘hold on to’ (= bertahan / berpegang).

NASB/RSV: ‘holding fast’ (= berpegang teguh).

KJV: ‘holding forth’ (= berbicara).

Dari terjemahan-terjemahan ini maka terlihat bahwa ay 16 ini mempu-nyai 2 kemungkinan:

· Berpegang pada Firman kehidupan / Firman Tuhan.

· Memberitakan Firman kehidupan / Injil.

Kontex rasanya lebih membenarkan pandangan pertama

Jadi, kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan berpegang pada Firman Tuhan!

Penerapan:

Apakah saudara betul-betul berpegang pada Firman Tuhan, baik melalui saat teduh, khotbah dalam kebaktian, maupun Pemahaman Alkitab?

Penutup:

Sama seperti orang Filipi, mungkin saudarapun sudah mengalami banyak kemajuan dalam hidup kekristenan saudara. Tetapi, saudara tidak boleh puas dengan keadaan itu. Saudara harus berusaha untuk lebih maju lagi! Maukah saudara?

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: