Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 1:27-30

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 3:05 am

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 1:27-30

I) Keinginan Paulus.

Keinginan Paulus terlihat dalam ay 27 yang berbunyi: ‘Hanya, hendak­lah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus’.

· Kata-kata ‘hendaklah hidupmu’, dalam bahasa Yunaninya adalah PO­LITEUESTHE, yang berasal dari kata POLITEUO, yang sebetulnya ber- arti ‘to live as a citizen’ (= hidup sebagai warga negara). Bandingkan dengan Fil 3:20 dimana kata Yunani POLITEUMA (kata benda­nya), diterjemahkan ‘kewargaan’.

· Berdasarkan arti dari kata bahasa Yunaninya, maka William Barclay menterjemahkan ay 27 itu sebagai berikut: ‘live a life that is worthy of a citizen of the Kingdom and of the gospel of Christ’ (= hiduplah dalam suatu kehidupan yang layak sebagai seorang warganegara Kerajaan dan Injil Kristus).

Jadi, ayat itu sebetulnya menyuruh untuk menyesuaikan hidup kita dengan:

a) Status kita sebagai warga negara Kerajaan Surga

b) Injil Kristus

Dua hal ini sebetulnya tidak terlalu berbeda, karena hidup sebagai warga negara berarti mentaati hukum-hukum dari negara, atau Firman Tuhan.

· Jadi, Paulus menginginkan supaya kita bukan sekedar mengaku atau membanggakan diri sebagai warga negara Kerajaan Surga, tetapi supaya kita hidup sesuai dengan pengakuan kita itu, yaitu hidup sesuai Firman Tuhan!

· Kata ‘hanya’ pada permulaan ay 27 memberikan suatu penekanan. Kata itu bisa diterjemahkan ‘above all / at all costs’ (= di atas sega­la-galanya / berapapun ongkosnya). Jadi, kata ini menekankan bahwa kita harus berusaha mati-matian untuk hidup sebagai warga negara Kerajaan Surga.

· Penerapan:

Sadarkah saudara bahwa saudara adalah warga negara Kerajaan Surga? Coba renungkan hidup saudara! Apakah saudara sudah hidup sesuai dengan status saudara itu? Kalau ketaatan pada Firman Tuhan menyebabkan saudara harus menderita kerugian, maukah saudara tetap taat pada Firman Tuhan dan hidup sebagai warga negara surga yang baik? Setiap kali saudara mau berbuat sesuatu apapun, ingatlah akan status saudara itu, dan renungkan dulu apakah perbuatan yang akan saudara lakukan itu sesuai dengan status saudara! Ini bisa mencegah saudara dari banyak dosa!

II) Hidup sebagai warga negara kerajaan surga.

Sebetulnya ini mencakup seluruh aspek / segi dalam hidup kita: pekerjaan / study, pergaulan, hobby, hati / pikiran, kata-kata, tingkah laku, etika, cara berpakaian, dsb.

Tetapi disini hanya beberapa hal yang ditekankan oleh Paulus, yaitu:

1) Teguh berdiri (ay 27).

Ia tidak menginginkan kita menjadi orang yang terus menerus ragu-ragu dan terombang-ambing oleh bermacam-macam ajaran yang salah / sesat. Ia ingin kita berdiri dengan teguh!

Hal ini hanya bisa terjadi melalui pengajaran Firman Tuhan (Ef 4:11-15). Karena itu, banyaklah belajar Firman Tuhan, mela­lui:

· Saat teduh / baca Kitab Suci di rumah setiap hari.

· Khotbah-khotbah dalam Kebaktian.

· Pemahaman Alkitab, buku-buku rohani, dsb.

Bagi saudara yang masih baru, berusahalah untuk maju sehingga bisa mendengar Firman Tuhan yang sukar / berat dan panjang, dan jangan hanya mencari khotbah-khotbah yang lucu dan penuh dengan lelucon / dongeng / kesaksian. Bagi saudara yang sudah banyak mengerti Firman Tuhan, bertekunlah untuk menambah pengetahuan saudara sedikit demi sedikit!

Penerapan:

Apakah saudara adalah orang yang teguh dalam iman saudara? Kalau tidak, saudara tidak hidup sebagai warga negara surga yang baik! Maukah saudara meneguhkan iman saudara dengan cara banyak belajar Firman Tuhan?

2) Kesatuan (ay 27).

Kesatuan merupakan salah satu hal yang ditekankan oleh Paulus dalam surat Filipi (bdk. Fil 2:2-3 4:2).

Ay 27 ini secara hurufiah berbunyi: ‘you stand in one spirit with one soul’ (= kamu berdiri dalam satu roh dengan satu jiwa).

Sekalipun Calvin adalah seorang Dichotomist (orang yang percaya bahwa manusia hanya terdiri dari 2 bagian, karena ia percaya bahwa jiwa dan roh menunjuk pada satu hal yang sama), tetapi ia berkata bahwa kalau kata ‘spirit / roh’ dan kata ‘soul / jiwa’ muncul bersama-sama, maka kata ‘spirit / roh’ menunjuk pada ‘penger­tian’, sedangkan kata ‘soul / jiwa’ menunjuk pada ‘kehendak / hati’.

Perhatikan bahwa dalam terjemahan hurufiah dari ay 27 di atas, kata-kata ‘one spirit / satu roh’ mendahului kata-kata ‘one soul / satu jiwa’. Ini menunjukkan bahwa kesatuan pengertian harus dicapai dulu, baru kesatuan hati / kehendak bisa terjadi!

Untuk bisa mencapai kesatuan pengertian, maka pengajaran suatu gereja harus didominasi oleh satu orang yang memang mampu memberikan pengajaran dengan baik. Suatu gereja / persekutuan yang menggunakan banyak pengkhotbah (yang tentunya mempunyai ajaran yang berbeda satu sama lain) secara bergiliran, tidak mungkin mempunyai jemaat yang bersatu dalam pengertian, karena setiap jemaat akan mempunyai pengertian menurut pengkhotbah favoritnya masing-masing.

Penerapan:

Apakah saudara mempunyai satu pengertian / hati dengan orang-orang lain dalam gereja saudara? Kalau tidak, cobalah memeriksa diri saudara sendiri dengan banyak berdoa / minta petunjuk Tuhan dan merenungkan Firman Tuhan, supaya saudara sadar siapa yang bersalah dalam ketidak-sepakatan antara saudara dengan orang-orang lain dalam gereja saudara. Kalau memang saudara yang benar, pertahankanlah pandangan saudara; tetapi kalau saudara yang salah, bertobatlah dan bersatu-hatilah dengan orang-orang yang lain dalam gereja saudara. Dengan demikian saudara menjadi warga negara surga yang baik!

3) Berjuang (ay 27b).

a) Berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil (ay 27).

Kata-kata yang digaris-bawahi ini sebetulnya salah terjemahan. Terjemahan seharusnya adalah: ‘faith of the gospel’ (NIV/NASB), artinya ‘iman dari Injil’.

Arti dari kata ‘iman’ di sini adalah ‘ajaran’ (bdk. Gal 1:23 Yudas 3). Jadi, artinya adalah: kita harus berjuang untuk ajaran Injil.

Hal ini bisa dilakukan dengan:

· hadir dalam Kebaktian / Pemahaman Alkitab yang betul-betul memberi­takan Injil / Firman Tuhan. Kehadiran saudara berguna untuk diri saudara sen­diri, tetapi juga bisa memberikan semangat kepada jemaat yang lain.

Sebaliknya, kalau saudara menghadiri gereja-gereja yang tidak injili / tidak alkitabiah, maka saudara sebetulnya sedang berjuang untuk ajaran yang tidak injili / tidak alkitabiah! Dengan kata lain, saudara sebetulnya sedang mendukung setan!

· mendoakan gereja-gereja yang benar, baik dalam doa pribadi, maupun dalam persekutuan doa.

· memberikan persembahan untuk mendukung gereja / persekutuan yang betul-betul memberitakan Injil / Firman Tuhan.

Juga disini perlu saudara ingat bahwa kalau saudara menyumbang gereja yang brengsek, saudara sebetulnya menyumbang pada setan!

· ikut melayani, memberitakan Injil, mengajak orang lain ke gereja yang benar, menjemput orang-orang yang ingin ke gereja tetapi tidak mempunyai kendaraan, dsb.

b) Berjuang tanpa gentar pada musuh (ay 28).

Dari sini jelas bahwa kalau saudara berjuang dengan benar untuk Tuhan, saudara pasti akan mendapat musuh! Tetapi kita tidak boleh gentar terhadap musuh. Untuk ini renungkan ayat-ayat ini: Ro 8:31b Maz 34:8 2Raja-raja 6:8-17.

Penerapan:

Apakah saudara berjuang dengan benar dan berani dalam hidup saudara? Kalau tidak, saudara tidak hidup sebagai warga negara surga yang baik!

III) Tanda keselamatan / kebinasaan.

1) Bagi orang kristen, adanya musuh dan ketidakgentaran terhadap musuh adalah tanda keselamatan (ay 28).

Mengapa bisa demikian?

a) Ay 29 menunjukkan bahwa iman dan penderitaan merupakan 2 buah pemberian Allah yang ada dalam 1 paket! Kalau hanya ada iman, tapi tidak ada penderitaan, maka mungkin sekali imannya palsu. Tetapi kalau ada iman dan ada penderitaan karena Kristus, maka itu mem-buktikan keaslian iman tersebut.

Musuh yang timbul karena kita berjuang bagi Tuhan, jelas menim-bulkan penderitaan yang kita alami demi Tuhan. Karena itu hal ini membuk­tikan keaslian iman kita, dan merupakan tanda keselamatan.

b) 2Tes 1:5 mengatakan bahwa kalau kita menderita karena Kerajaan Surga / Allah, maka kita layak menjadi warga Kerajaan itu. Dan 1Pet 4:14 mengatakan bahwa kalau kita dinista karena nama Kristus (berarti juga dimusuhi, dihina, bahkan mungkin dia­niaya karena nama Kristus), maka itu membuktikan bahwa Roh Allah ada dalam diri kita. Semua ini menunjukkan bahwa adanya musuh-musuh karena kita berjuang bagi Tuhan, merupakan tanda keselamatan bagi kita.

c) Ketidakgentaran itu datang dari Allah.

Ay 28: ‘dan itu datangnya dari Allah’. Kata ‘itu’ jelas menun­juk pada ketidakgentaran orang kristen terhadap musuh. Hal ini diberikan oleh Allah kepada kita (bdk. Ro 8:15 2Tim 1:7)! Ini menunjukkan bahwa Allah menyertai kita. Karena itulah maka hal itu merupakan tanda keselamatan.

2) Bagi para musuh, ketidakgentaran orang kristen terhadap mereka meru-pakan tanda kebinasaan (ay 28).

Mengapa bisa demikian?

a) Kalau kita adalah warga Kerajaan Surga, maka jelaslah mereka yang memusuhi kita adalah warga negara Neraka!

b) Fil 3:18-19 menunjukkan bahwa musuh-musuh itu akan binasa.

c) Ketidakgentaran orang kristen menunjukkan bahwa Allah menyer­tai orang kristen, sehingga pasti tidak menyertai, tetapi sebaliknya me-nentang para musuh itu. Ini jelas adalah tanda kebinasaan bagi mereka!

Semua ini merupakan peringatan untuk orang-orang yang memusuhi, menghina, menganiaya orang kristen!

Tetapi ini sekaligus merupakan penghiburan bagi orang-orang kris­ten yang dimusuhi, dihina dan dianiaya demi Kristus!

Kesimpulan:

Ada 2 kemungkinan yang bisa saudara pilih:

1) Memusuhi gereja / orang kristen. Ini tanda bahwa saudara adalah Warga Negara Neraka.

2) Menjadi Warga Negara Surga yang baik, dengan:

· teguh berdiri

· bersatu

· berjuang tanpa gentar

Yang mana yang saudara pilih?

FILIPI 1:20-26

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 3:03 am


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 1:20-26

Pendahuluan:

Ada suatu peribahasa yang berbunyi: Bagaikan makan buah simalakama; dimakan mati ibu, tak dimakan mati bapak. Ini menggambarkan seseorang yang sedang berada di persimpangan jalan, sedangkan kedua pilihan / kemungkinan yang akan terjadi, dua-duanya jelek dan merupakan bencana yang besar!

Tetapi, hal seperti ini tidak mungkin dialami oleh orang kristen yang sejati. Ro 8:28 memberikan jaminan bahwa Tuhan hanya akan memberikan hal-hal yang membawa kebaikan bagi kita, sehingga jelas bahwa Tuhan tidak mungkin meletakkan kita pada suatu keadaan dimana hanya ada dua pilihan / kemung-kinan, dan dua-duanya jelek! Tetapi, kita bisa ada dalam suatu situasi dimana semua kemungkinan / pilihan kelihatannya jelek!

I) Dua pilihan bagi Paulus.

Saat itu Paulus sedang ada di dalam penjara, dan ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu: ia akan dihukum mati, atau ia akan dibiar­kan hidup / dibebaskan.

Kalau kita menyoroti kedua kemungkinan ini secara negatif, maka dua-duanya kelihatannya jelek:

· kalau ia mati, itu berarti ia dihukum mati. Itu sesuatu yang mena­kutkan. Mungkin ia akan menjadi tontonan dan pembicaraan orang banyak. Itu merupakan sesuatu yang memalukan. Disamping itu, musuh-musuhnya pasti akan bersukacita. Ini merupakan sesuatu yang tidak menyenang-kan.

· Kalau ia dibiarkan hidup, sebagai seorang rasul, ia pasti akan menginjil lagi. Maka jelas bahwa segala penolakan, permusuhan, kebencian, bah-kan penganiayaan, akan ia terima lagi. Ini lagi-lagi merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan!

Tetapi, sekarang, mari kita lihat bagaimana Paulus sendiri menyoroti kedua kemungkinan tersebut:

A) Mati adalah keuntungan (ay 21).

Mengapa? Karena itu berarti ia akan diam bersama-sama dengan Kristus (ay 23).

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kata-kata Paulus ini:

1) Paulus yakin bahwa orang kristen yang mati akan langsung masuk surga, bukannya ‘tidur’ dahulu, atau masuk tempat penantian!

Hal ini juga terlihat dalam 2Kor 5:8 dimana Paulus berkata: “… terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” [NIV / NASB: ‘at home with the Lord’ (= di rumah bersama Tuhan). Terjemahan hurufiahnya seharusnya adalah: ‘to come home to the Lord’ (= pulang ke rumah kepada Tuhan)].

Seorang penafsir mengomentari ayat ini sebagai berikut:

“This would be an immediate union with Christ, directly after death. No mention here of an intermediate state of unconscious­ness or sleep of the soul in which Christ’s presence would not be experienced; and also no thought that he would be with Christ only after the resurrection” (= Ini merupakan persatuan langsung dengan Kristus, segera setelah kematian. Di sini tidak disebutkan tentang keadaan tidak sadar atau jiwa yang tidur dimana kehadiran Kristus tidak akan dialami; dan juga tidak ada pemikiran bahwa ia akan bersama dengan Kristus hanya setelah kebangkitan orang mati).

2) Paulus yakin akan keselamatannya, karena ia beriman. Ini menye­babkan ia tidak takut mati. Ia yakin bahwa kapanpun ia mati, ia akan pergi ke surga!

Semua agama di luar Kristen mengandalkan perbuatan baik, atau iman + perbuatan baik. Ini menyebabkan mereka (ditinjau dari sudut agama mereka sendiri), tidak mungkin bisa yakin akan keselamatan mereka. Persoalan mereka adalah: mereka tidak bisa tahu berapa banyak dosa ataupun perbuatan baik yang telah mereka lakukan.

Tetapi kekristenan merupakan satu-satunya agama yang hanya mengandalkan iman (bdk. Ef 2:8-9). Karena itulah maka dalam ke- kristenan ada keyakinan keselamatan yang tidak bisa diberikan oleh agama lain.

Penerapan:

Apakah saudara yakin bahwa saudara akan masuk surga kapanpun saudara mati? Kalau saudara betul-betul percaya bahwa Yesus telah mati di salib untuk membayar semua hutang dosa saudara, maka adalah aneh / tidak masuk akal kalau saudara masih takut akan masuk neraka! Kalau memang semua dosa saudara sudah dibayar oleh Kristus, lalu dosa yang mana yang akan menyebabkan saudara masuk neraka?

3) Paulus siap untuk mati.

Ada banyak orang-orang kristen yang yakin akan keselamatannya, dan memang benar-benar sudah diselamatkan, tetapi tidak siap untuk mati. Mengapa? Karena mereka masih kurang mentaati Tuhan, dan disamping itu, mereka masih kurang / belum melayani Tuhan / belum pernah membawa jiwa kepada Tuhan!

Illustrasi: perhatikan kata-kata dari lagu ini:

Bila jiwaku dipanggilNya, layakkah ku nampak sriNya?

B’lum seorang yang kubawa, rahmatHu tersia-sialah

Skarang pulang ku tak sesal, karna jiwaku tlah slamat

Hanya hatiku sedih b’rat, kerjaanku b’lum berbuah

Ref: Belum selesai kerjaku, kutak layak nampak Hu

B’lum seorang yang kubawa, tangan hampa pulangkah?

Tetapi, Paulus tidak seperti itu. Ia sudah hidup secara maximal bagi Tuhan. Ini terlihat dari ay 20b dimana ia berkata: “seperti sediakala … Kristus dengan nyata dimuliakan”. Karena itu ia betul-betul siap untuk mati. Kalau saat itu ia mati, ia tak akan menyesali karena masih kurang bekerja dan hidup bagi Tuhan. Ia takkan malu bertemu Tuhan!

Penerapan:

Bagaimana dengan saudara? Saudara mungkin sudah selamat, dan kalau mati, saudara yakin masuk surga. Tetapi sudahkah saudara siap untuk mati dan bertemu Tuhan? Sudahkah saudara hidup dan bekerja secara maximal bagi Tuhan? Sudahkah saudara rajin dalam membe-ritakan Injil kepada orang-orang di sekitar saudara? Sudah berapa jiwa yang saudara bawa kepada Tuhan?

4) Paul berkata bahwa mati itu suatu keuntungan.

Setiap orang kristen yang sungguh-sungguh, sebetulnya bisa menga-takan hal itu, karena kalau kita mati, kita akan ke surga di mana tidak ada lagi penderitaan, air mata, dosa, setan dsb.

Tetapi seringkali kita ingin mati dengan suatu sikap yang egois. Kita ingin mati hanya karena kita ingin terbebas dari penderi­taan di dunia ini! Keinginan kita untuk mati didasarkan atas cinta kita pada diri kita sendiri! Tidak demikian dengan Paulus! Ia menganggap mati sebagai keun­tungan karena cintanya kepada Kristus. Karena itu, ia ingin mati, karena ia tahu bahwa kalau ia mati, ia akan bersama-sama dengan Kristus (ay 23).

B) Hidup adalah Kristus (ay 21).

Artinya: Kristus adalah segala-galanya dalam hidupnya! Dan karena itu:

1) Ia mau supaya hidupnya memuliakan Kristus (ay 20).

Bagaimana dengan hidup saudara? Apakah saudara hidup untuk kemuliaan diri saudara sendiri? Atau untuk kemuliaan gereja saudara? Atau kemu­liaan aliran saudara? Atau betul-betul untuk kemuliaan Kristus?

2) Bagi dia, hidup berarti bekerja memberi buah! (ay 22)

Ia bukan orang yang asal bekerja / melayani! Ia ingin bekerja memberi buah!

Illustrasi:

ada 2 golongan penunggang kuda. Golongan pertama adalah penung-gang kuda sungguhan. Ada pergerakan dan betul-betul ada kemajuan. Golongan kedua adalah penunggang kuda goyang (kuda-kudaan yang bagian bawahnya diberi lengkungan seperti kursi goyang). Ada pergerakan, tetapi tidak ada kemajuan sama sekali!

Orang kristenpun bisa terbagi dalam 2 golongan. Ada yang melayani dan menghasilkan buah. Tetapi ada juga yang kelihatannya banyak aktivitas, tetapi tak ada buahnya sama sekali!

Karena itu, renungkanlah pelayanan saudara selama ini! Adakah buah­nya? Kalau tidak ada buahnya, itu bisa disebabkan oleh hidup yang kotor, kurang berdoa, atau cara pelayanan yang salah. Maukah saudara membereskan hal-hal itu?

3) Ia ingin supaya melalui hidupnya, jemaat bertambah maju dalam iman (ay 25).

Hamba Tuhan / guru sekolah minggu yang tidak menggunakan hidup­nya untuk menumbuhkan iman jemaat / anak-anaknya, adalah nabi palsu!

Tetapi saudarapun, sekalipun saudara adalah jemaat biasa, harus berusaha supaya melalui hidup saudara, saudara bisa menumbuhkan iman jemaat yang lain. Misalnya: dengan sharing (pernahkah saudara sharing?), dengan menasehati jemaat lain, dengan mengajak mereka datang ke Bible Study dsb.

Kesimpulan:

· Dua kemungkinan ini, dua-duanya adalah berkat bagi Paulus! Ia sampai bingung harus memilih yang mana (ay 22b).

Jadi, sekalipun kelihatannya dua-dua jelek, tetapi kalau disoroti secara benar, pasti tidak mungkin dua-dua jelek!

· Paulus siap untuk keduanya! Tapi ia tetap berusaha untuk memilih yang terbaik

Ingat bahwa kepercayaan terhadap Ro 8:28, tidak berarti bahwa kita boleh bersikap apatis!

II) Pilihan / keinginan Paulus.

Pertimbangan Paulus:

· Mati adalah keuntungan. Ini bagi Paulus sendiri! (ay 21,23).

· Hidup / tinggal di dunia itu lebih perlu. Ini bagi gereja! (ay 24).

Paulus betul-betul mati bagi dirinya sendiri. Keputusannya untuk memilih, didasarkan atas keuntungan Kristus / gereja, bukan atas kepentingan / kesenangan pribadinya! Dan karena itu ia memilih untuk hidup.

William Hendriksen berkata:

“The need of the church weighs heavier with him than the desire of his own soul” (= kebutuhan gereja lebih berat baginya dari pada keinginannya sendiri).

Karena ia yakin bahwa ia memilih yang terbaik, maka ia juga yakin bahwa pilihannya itulah yang akan terjadi (ay 25-26). Ingat bahwa ini hanyalah keyakinan Paulus sendiri, bukan wahyu yang Tuhan berikan kepada Paulus.

Rupa-rupanya keyakinan Paulus ini betul-betul terwujud (Catatan: ada pro dan kontra tentang hal ini!). Orang-orang yang percaya bahwa keinginan / keyakinan Paulus ini akhirnya menjadi kenyataan, mendasar­kannya pada kenyataan bahwa dalam surat-surat Paulus, ada cerita-cerita / pengalaman-pengalaman Paulus yang tidak ada dalam Kisah Rasul (Misalnya: Tit 1:5 Tit 3:12 1Tim 1:3 2Tim 4:13,20). Ini menyebabkan mereka mengambil kesim-pulan bahwa Paulus akhirnya dibebaskan dari penjara Roma, dan Paulus lalu melakukan perjalanan misionaris yang ke 4, dimana ia mengalami hal-hal tersebut, dan bahkan mengunjungi Filipi lagi!

Penutup:

Kalau saudara menghadapi persimpangan jalan, di dalam saudara memilih, saudara harus melakukan 2 hal ini:

· percaya bahwa Allah akan mengatur bahwa yang terbaiklah yang akan terjadi.

· menentukan pilihan saudara bukan berdasarkan kesenangan / keuntungan pribadi, tetapi berdasarkan keuntungan Kristus / Kerajaan Allah / Gereja.

Maukah saudara melakukan itu?

FILIPI 1:12-19

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 2:57 am

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l0:level1 lfo2 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:90.0pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 1:12-19

I) Paulus mengalami bencana.

1) Ia dipenjarakan (ay 12-13).

Tadinya Tuhan memakai Paulus untuk keliling memberitakan Injil, mendi-rikan gereja-gereja, memberitakan Firman Tuhan untuk menguatkan orang-orang kristen dll. Tetapi sekarang Paulus masuk penjara! Bahkan ada kemungkinan Paulus akan dijatuhi hukuman mati! Kelihatannya setan menang, Tuhan kalah, gereja rugi, Paulus rugi. Tetapi, benar­kah demikian?

2) Ada orang-orang yang tidak senang pada Paulus (ay 15).

Orang-orang ini giat mengabarkan Injil dengan maksud untuk mem­per-berat beban Paulus dalam penjara (ay 17).

II) Akibat dari bencana ini.

Bencana biasanya berakibat buruk. Tapi di sini, bencana berakibat lain! Lihat ay 12! Akibat bencana itu: Injil makin maju!

Kata ‘kemajuan’ dalam ay 12 itu, dalam bahasa Yunaninya adalah PROKOPEN yang menunjukkan kemajuan dari suatu expedisi atau pasukan tentara.

Bagaimana Injil bisa tambah maju?

1) Paulus dipenjara, tetapi ia terus mengabarkan Injil.

Ia mengabar­kan Injil kepada penjaga penjara / tentara yang secara bergi-liran menjaga dia. Ini betul-betul persis seperti kata-kata Paulus dalam 2Tim 2:9 dimana ia berkata: ‘… aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu’.

Bandingkan dengan orang kristen jaman sekarang yang pada umumnya orangnya tidak terbelenggu, tetapi Firman Allah di dalam mereka terbe-lenggu!

Akibat Pekabaran Injil yang Paulus lakukan, ada orang-orang yang bertobat (Fil 4:22). Sekarang terlihat tujuan Allah membiarkan Paulus masuk penjara, yaitu untuk menyelamatkan orang-orang pilihan Allah di sana!

2) Orang lain juga banyak yang makin giat memberitakan Injil (ay 14).

a) Yang dimaksud dengan ‘saudara’ dalam ay 14 adalah orang-orang kristen di Roma, tempat Paulus dipenjarakan.

b) Kebanyakan saudara’ (ay 14) menunjukkan bahwa ada juga orang-orang yang lalu malah bertambah takut untuk memberitakan Injil, teta-pi kebanyakan menjadi bertambah berani dalam memberitakan Injil.

Penerapan:

Kalau saudara mendengar ada orang yang ditangkap / dianiaya karena memberitakan Injil, bagaimana sikap / tindakan saudara?

· mengkritik / menyalahkan orang itu karena terlalu fanatik / extrim.

· menjadi makin ‘bijaksana’ (atau ‘bijaksini’?) dengan tidak lagi mem-beritakan Injil / mengurangi Pemberitaan Injil.

· menjadikan orang itu sebagai teladan, sehingga saudara lalu makin berani dalam memberitakan Injil.

c) Mereka yang memberitakan Injil terbagi menjadi 2 golongan:

· Golongan yang motivasinya benar (ay 15b,16a,18).

Mungkin mereka melihat penginjilan di dalam gereja menjadi ter-bengkalai karena ditinggal oleh Paulus, maka mereka berusaha memberitakan Injil untuk menggantikan Paulus.

Penerapan:

Kalau dalam gereja saudara ada seseorang yang karena satu hal tertentu tidak bisa melayani, apakah saudara berusaha menggantikannya? Atau saudara bersikap acuh tak acuh saja?

· Golongan yang motivasinya salah (ay 15a,17,18).

* Hal yang perlu saudara ketahui adalah bahwa orang-orang ini adalah orang kristen! Berita / ajaran yang mereka berikan adalah ajaran yang benar / Injil yang murni!

Ayat-ayat seperti 2Kor 11:4-5,13 Gal 1:6-9 Fil 3:2 menunjuk-kan bahwa kalau menghadapi orang-orang yang ajarannya salah, Paulus tidak pernah bersikap ramah, tetapi bersikap sangat keras. Bahwa terhadap golongan ke 2 ini Paulus bersikap ramah, membuktikan bahwa mereka adalah orang kristen sungguh-sungguh, yang memberitakan ajaran yang benar (hanya motivasi mereka saja yang salah).

* Ay 15: ‘dengki’ (NIV/NASB/KJV/RSV: envy).

Mungkin orang-orang kristen ini iri dengan kepopuleran Paulus sehingga akhirnya tidak senang kepada Paulus. Dan semen-tara Paulus ada di penjara, mereka beranggapan bahwa itu adalah saat yang baik bagi mereka untuk menaikkan kepopuleran mereka dengan giat memberitakan Injil.

* Dalam ay 17 juga dikatakan bahwa mereka giat memberitakan Injil untuk memperberat beban Paulus dalam penjara. Bagai-mana hal ini bisa terja­di, kita tidak bisa tahu.

Kesimpulan: orang-orang ini adalah orang yang pro Kris­tus, tetapi anti Paulus!

Menghadapi kejadian seperti ini Paulus tetap bersukacita! Bagai-mana mungkin? Karena ia menyoroti hal itu secara positif! Asal mereka memberitakan Kristus, sekalipun dalam diri mereka ada dosa (motivasi yang salah), Tuhan tetap bisa memakai mereka (Awas! Ini tentu tak berarti bahwa saudara boleh membiarkan begitu saja dosa ada dalam diri saudara!).

Sekarang terlihat bahwa bencana itu ternyata membawa kebaikan! Kalau saudara adalah orang yang tidak / belum percaya kepada Kristus, atau orang kristen KTP, maka bencana memang bisa berakibat buruk bagi saudara. Tetapi kalau saudara adalah orang kristen yang sejati, bagi saudara berlaku janji Tuhan dalam Ro 8:28 (perhatikan juga Ro 8:32) sehingga tidak mungkin ada bencana yang betul-betul bisa merugikan saudara!

III) Sikap Paulus dalam bencana.

1) Ia yakin bahwa semua yang ia alami akan membawa kebaikan (ay 19).

Beberapa penjelasan tentang ay 19 ini:

· ‘Semuanya’ (ay 19) menunjuk pada bencana yang ia alami, baik masuknya ia ke penjara, maupun adanya orang-orang yang memberitakan Injil untuk memperberat bebannya dalam penjara.

· ‘Kesudahan’ (ay 19) menunjukkan bahwa ia mengarahkan pandangan­nya ke depan! Sekarang ia menderita, tetapi nanti ia yakin semua akan membawa kebaikan.

Memang, dalam mengalami penderitaan, arahkan mata saudara ke depan, bukan pada penderitaan saudara saat itu!

· ‘Keselamatanku’ (ay 19) jelas tidak menunjuk pada keselamatan dari dosa karena Paulus sudah selamat dan ia yakin akan kesela­matannya (ay 21,23). Kata ‘keselamatan’ di sini bisa diartikan kesehatan, atau kesejahteraan secara jasmani / rohani, atau sekedar diartikan kebaik-an. Jadi, ia yakin bahwa semuanya akan membawa kebaikan bagi dia!

Penerapan:

Persoalan / bencana apa yang saat ini saudara hadapi? Percayakah saudara bahwa itu akan membawa kebaikan bagi saudara? Atau, adakah problem dalam gereja saudara? Percayakah saudara bahwa itupun akan membawa kebaikan bagi gereja saudara maupun diri saudara sendiri?

Keyakinan ini penting, karena akan menjadi dasar dari sikap-sikap lain dalam menghadapi bencana / problem!

2) Ia bersukacita (ay 18-19).

Keyakinan bahwa segala sesuatu akan membawa kebaikan, menyebab­kan ia bisa bersukacita dalam penderitaan yang berat sekalipun.

Hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting! Kalau saudara bisa bersukacita ditengah-tengah bencana, maka:

a) Semua akan terasa lebih ringan bagi diri saudara sendiri. Sebalik­nya, kalau saudara putus asa, maka saudara akan makin celaka (bdk. Amsal 15:15 17:22 24:10).

b) Itu akan menjadi kesaksian yang luar biasa bagi orang-orang disekitar saudara. Tetapi sebaliknya, kalau ditengah-tengah kesukaran saudara juga menjadi sumpek, gelisah, marah, putus asa, dsb, lalu apa bedanya hidup saudara dengan orang kafir?

3) Ia melupakan diri sendiri (menyangkal diri) dan ia hidup hanya untuk kemuliaan Allah saja!

a) Ay 18: ‘Tetapi tidak mengapa’.

Ini kelihatannya menunjukkan bahwa motivasi yang salah dalam memberitakan Injil itu tidak apa-apa. Tetapi dalam bagian ini Kitab Suci Indonesia terjemahannya kurang tepat!

NIV/NASB/KJV/RSV: ‘What then?’ (= ‘Lalu apa?’).

Jadi, ay 18 ini tidak menunjukkan bahwa Paulus menganggap bahwa motivasi yang salah itu tidak apa-apa! Ay 18 ini hanya menun­jukkan bahwa sekalipun orang-orang itu berusaha merugikan dirinya, Paulus tidak peduli dengan dirinya sendiri. Yang penting bagi dia adalah: Kristus diberitakan!

b) Ay 12 juga menunjukkan bahwa Paulus tidak peduli pada dirinya sendiri, sekalipun pada saat itu ia ada dalam penjara. Yang ia pedulikan bukanlah ‘apa yang terjadi pada dirinya’ tetapi ‘apa yang terjadi pada Injil’!

Penerapan:

Bagaimana dengan diri saudara? Sudahkah saudara menyangkal diri saudara sendiri dan sudahkah saudara hidup hanya bagi kemuliaan Allah? Yang mana yang lebih saudara perhatikan / pedulikan: apa yang terjadi pada diri saudara, atau, apa yang terjadi pada Injil?

4) Ia berusaha maximal dimanapun dan dalam sikon apapun ia berada. Yakin pada Ro 8:28 tidak berarti bahwa kita boleh menjadi orang yang pasif dan ‘berserah’ pada keadaan dengan alasan ‘toh semua akan membawa kebaikan’.

Paulus tetap berusaha secara maximal! Apa usahanya?

a) Paulus memberitakan Injil dalam penjara.

Kehebatan Paulus dalam memberitakan Injil bisa kita lihat dalam kitab Kisah Rasul. Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadah orang Yahudi. Kalau ditolak, ia lalu memberitakan Injil kepada orang-orang non Yahudi. Kalau dianiaya / mau dibunuh di suatu kota, ia pindah ke kota lain dan memberitakan Injil di tempat yang baru. Pada saat ia dimasukkan penjara di Filipi (Kis 16) ia memberitakan Injil kepada kepala penjara sehingga kepala penjara bertobat dan terbentuk gereja di Filipi. Pada waktu ia ditangkap dan dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi, ia juga memberitakan Injil kepada mereka. Waktu dihadapkan kepada penggede / raja seperti Festus, Felix, Agripa & Bernike, ia juga memberitakan Injil kepada mereka. Dan di sini, waktu ia masuk penjara di Roma, ia memberitakan Injil lagi sehingga mempertobatkan orang-orang dalam istana kaisar Nero! Biasanya orang kristen bingung karena serangan setan, tetapi mungkin sekali pada waktu menghadapi Paulus, setannya yang bingung, karena serangan apapun yang setan lakukan, Paulus tetap memberitakan Injil! Ia betul-betul melakukan apa yang ia sendiri katakan / perin-tahkan dalam 2Tim 4:2, yang berbunyi: ‘Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya’!

Maukah saudara meniru Paulus?

b) Ia menghibur orang-orang Filipi dengan surat ini, supaya orang-orang Filipi tidak mundur dalam pelayanan tetapi sebaliknya bisa mempu-nyai keyakinan dan sukacita seperti dia. Biasanya orang yang ada di penjara dihibur oleh yang di luar penjara. Tetapi disini justru orang yang sedang di dalam penjara meng­hibur orang yang sedang bebas!

Kesimpulan: Paulus tetap berusaha maximal / melakukan yang terbaik dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun tidak menye­nangkannya!

Seseorang berkata:

· “Never to allow ourselves to think that we could serve God better if our circumstances were other than they are” (= Jangan pernah beranggapan bahwa kita bisa melayani Tuhan dengan lebih baik, kalau keadaannya berbeda).

· “Always try to do our best where we are, knowing that he can bring good out of evil” (= Kita harus selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dimana kita berada, karena kita tahu bahwa Ia bisa mengubahkan yang jelek menjadi baik).

Penerapan:

Kita sering berkhayal dengan menggunakan kata ‘andai­kata’!

Misalnya:

· Andaikata kita mempunyai gereja sendiri di tempat yang strategis, maka kita bisa melayani Tuhan dengan lebih baik.

· Andaikata kita tak punya problem ekonomi / keluarga / kesehatan, kita bisa melayani Tuhan dengan lebih baik.

· Andaikata saya kaya, saya bisa mempersembahkan lebih banyak bagi Tuhan / gereja.

· Andaikata saya orang yang pandai / punya karunia-karunia yang hebat, saya akan melayani Tuhan mati-matian.

· Andaikata suami / istri saya orang kristen, saya bisa lebih bebas dalam melayani Tuhan.

Semua pangandaian seperti ini tidak pada tempatnya! Ingat bahwa kalau Tuhan mengijinkan saudara mengalami hal-hal itu, pasti itulah yang ter-baik bagi saudara, dan Ia ingin saudara berusaha secara maximal dalam keadaan seperti itu!

Memang, kalau keadaan yang tidak menyenangkan itu bisa diubah, tentu saja saudara boleh mengubahnya; tetapi kalau tidak bisa, janganlah selalu berkhayal dengan kata ‘andaikata’ itu! Itu cuma akan menyebab-kan saudara tidak bersyukur dengan apa yang Tuhan beri­kan, dan itu menyebabkan saudara tidak berusaha secara maximal, karena saudara menantikan keadaan yang saudara khayalkan itu, yang mungkin tidak akan pernah muncul!

Jadi, maukah saudara berusaha secara maximal dalam situasi dan kondisi dimana saudara berada sekarang ini? Berusahalah secara maximal dalam doa, pelayanan / pemberitaan Injil, mengajak orang ke gereja, kehadiran saudara sendiri (jangan mbolosan!), persembahan, ketaatan, dsb. Maukah saudara?

Kesimpulan:

Apakah saudarapun menghadapi bencana / problem? Hadapilah semua itu de- ngan:

· yakin pada Ro 8:28.

· sukacita.

· menyangkal diri dan hidup hanya untuk kemuliaan Allah.

· berusaha secara maximal dalam sikon apapun.

Maukah saudara?

FILIPI 1:1-11

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 2:56 am


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l1 {mso-list-id:1930582332; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1631595148 -61856862 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 {mso-level-start-at:3; mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-text:”%1\)”; mso-level-tab-stop:54.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:54.0pt; text-indent:-18.0pt;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l0:level1 lfo2 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:90.0pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 1:1-11

Latar belakang surat Filipi.

1) Cerita tentang berdirinya gereja di Filipi bisa saudara baca dalam Kis 16:4-40. Di sana ditunjukkan secara jelas bahwa Pauluslah yang memberitakan Injil di Filipi sehingga ada orang-orang kristen di Filipi. Jadi dengan kata lain, Paulus adalah pendiri gereja Filipi.

2) Dalam Kis 20:1-2 Paulus pernah mampir di Filipi (Filipi terletak di Makedonia bdk. Kis 16:12) untuk menguatkan para murid di sana.

Jadi, setelah menginjili dan mendewasakan iman orang Filipi, pada waktu ada kesempatan Paulus masih mengunjungi mereka untuk bisa lebih mende-wasakan iman mereka.

Penerapan:

Apakah saudara masih ada perhatian kepada orang-orang yang saudara pertobatkan / bawa kepada Kristus? Ataukah saudara menganggap bahwa mereka bukan lagi urusan saudara?

3) Paulus menulis surat Filipi ini pada saat ia ada di penjara Roma.

Ini terlihat dari:

· Fil 1:13-17 yang menunjukkan dengan jelas bahwa pada saat ia menu­lis surat ini, ia sedang ada di penjara.

· Fil 1:13 dan 4:22 berbicara tentang ‘istana’ dan ‘istana kaisar’, sehingga jelas menunjukkan kota Roma (istana kaisar terletak di Roma).

Jadi, pada waktu ada dalam penjara sekalipun (yang jelas merupakan penderitaan), Paulus tetap berusaha melayani Tuhan.

Penerapan:

Kalau saudara sedang ada dalam keadaan baik-baik, saudara mungkin mau melayani Tuhan. Tetapi bagaimana kalau keadaan memburuk dan saudara ada dalam penderitaan? Masihkah saudara mau melayani Tuhan, atau apakah saudara ‘cuti’ dahulu sampai penderitaan itu berakhir

4) Dari Fil 2:25-30 dan 4:18 terlihat dengan jelas bahwa pada saat Paulus ada di dalam penjara, orang-orang Filipi mengutus seorang yang bernama Epa-froditus untuk mengunjungi Paulus dan membawa ba­rang-barang yang Paulus butuhkan. Setelah itu Paulus mengirimkan Epafroditus kembali ke Filipi (Fil 2:25) sambil membawakan surat Filipi ini.

Sekarang mari kita mempelajari Fil 1:1-11 ini.

Ada 3 hal yang menyolok dari diri Paulus dalam bagian ini:

I) Kerendahan hati Paulus.

Ini terlihat dari:

1) Ia menyebut dirinya sebagai ‘hamba Kristus Yesus’ (ay 1).

a) Ini menunjukkan kerendahan hati Paulus. Ia adalah seorang rasul, dan ia adalah pendiri dari gereja Filipi. Tetapi ia toh menyebut diri bukan sebagai rasul / pendiri, tetapi sebagai hamba!

Kalau saudara adalah orang yang aktif dalam gereja saudara, atau kalau saudara adalah seorang donatur yang terutama dalam gereja saudara, dan karena itu saudara mau menjadi boss dalam gereja saudara, maka lihatlah kepada Paulus dan tirulah dia!

Ingat bahwa sebetulnya dalam gereja Tuhan hanya ada 1 Tuan, yaitu Tuhan Yesus sendiri! Semua orang kristen adalah hamba! Tidak boleh ada ‘tuan besar’ yang bersikap / bertindak sebagai diktator / pemilik / boss dalam gereja!

Kalau saudara toh mau menjadi yang terbesar dalam gereja Tuhan, maka caranya adalah justru dengan menjadi yang terendah dan menjadi hamba bagi semua! (bdk. Mat 20:20-28).

b) Tetapi dalam sebutan ‘hamba Kristus Yesus’ itu juga terlihat bahwa:

· Paulus bukanlah hamba uang / hamba dosa dsb.

· Paulus bukan hamba manusia (bdk. 1Kor 7:23).

Ingat bahwa kerendahan hati tidak berarti bahwa kita harus tunduk kepada manusia! (bdk. Gal 1:10).

· Paulus tunduk / taat hanya kepada Tuhan!

Apakah saudara adalah orang yang seperti ini?

2) Paulus menyejajarkan diri dengan Timotius (ay 1).

a) Sekalipun nama Timotius disebutkan sebagai pengirim surat Filipi ini (ay 1: ‘Dari Paulus dan Timotius …’), tetapi ini tidak berarti bahwa Timotius juga adalah pengarang surat Filipi ini.

Dasar pandangan ini adalah: dalam surat Filipi ini, Paulus selalu ber-kata ‘Aku’ (misalnya pada ay 3). Sedangkan pada waktu membicara-kan tentang Timotius, Paulus menggunakan kata ‘ia / dia’ (misalnya dalam 2:19-23).

b) Kalau Timotius tidak ikut mengarang surat Filipi ini, lalu mengapa namanya dicantumkan sebagai pengirim surat Filipi ini?

· Mungkin karena Timotius adalah juru tulis Paulus.

Bahwa dalam menulis surat-suratnya, Paulus sering mempunyai juru tulis, bisa terlihat dari:

* 1Kor 16:21-24 Kol 4:18 2Tes 3:17 yang menunjukkan bahwa Paulus hanya menulis salam terakhir itu dengan tangannya sendiri. Sedangkan seluruh surat itu di tulis oleh juru tulis Paulus.

* Ro 16:22 yang menunjukkan bahwa Paulus mempunyai juru tulis yang bernama Tertius untuk menuliskan surat Roma.

· Mungkin karena Timotius ikut bersama Paulus pada waktu ia memberitakan Injil untuk pertama kalinya di Filipi (Kis 16:1-3).

Dan Timotius juga ada bersama dengan Paulus pada waktu Paulus menulis surat ini. Jadi, supaya orang Filipi bisa lebih mengingat saat-saat dalam Kis 16 itu, maka nama Timotius dicantumkan sebagai pengirim surat ini.

c) Bagaimanapun juga, Paulus jauh lebih besar dari Timotius, baik ditinjau dari sudut umur, pengalaman, jabatan, luas / keberhasilan pelayanan, dsb. Jadi, sebetulnya Paulus tidak perlu menyeja­jarkan namanya dengan Timotius. Ia bisa saja menulis sebagai berikut: ‘Dari Rasul Paulus dan Pendeta Timotius …’.

Tetapi ia tidak melakukan hal itu. Ia menyejajarkan dirinya dengan Timotius sebagai ‘hamba-hamba Kristus Yesus’. Ini jelas menunjukkan kerendahan hati Paulus!

Mengapa Paulus bisa seperti itu? Karena ia menghubungkan dirinya dan Timotius dengan Tuhan Yesus sendiri (ay 1: ‘hamba-hamba Kristus Yesus’).

Kalau kita hanya membandingkan diri kita dengan orang lain, maka mungkin sekali kita akan melihat betapa lebih hebatnya kita dibanding dengan orang itu. Tetapi kalau kita melihat diri kita, orang lain itu, dan Tuhan, maka Tuhan akan kelihatan menon­jol jauh di atas, sedangkan diri kita maupun orang lain itu akan tenggelam ke bawah, sehingga tak akan terlihat perbedaan antara kita dengan orang itu.

Illustrasi:

Gunung yang satu lebih tinggi dari gunung yang lain. Tetapi kalau dibandingkan dengan bintang, maka perbedaan tinggi itu akan menja-di hilang / tidak berarti!

Karena itu, setiap kali saudara merasa sombong / lebih hebat dari orang lain, maka pandanglah kepada Tuhan!

3) Paulus menganggap hal-hal baik dalam diri orang Filipi sebagai pekerja-an Allah, bukan pekerjaannya sendiri!

· Ay 6: Allah yang memulai pekerjaan baik di antara orang-orang Filipi (mempertobatkan mereka). Padahal mereka bertobat, karena Peka-baran Injil yang dilakukan oleh Paulus!

· Ay 3-5: Paulus bersyukur kepada Allah! Karena ia sadar bahwa pertobatan orang Filipi itu adalah pekerjaan Allah, maka Paulus ber-syukur kepada Tuhan atas hal itu

Semua ini sesuai dengan apa yang ia katakan dalam 1Kor 3:6-7!

Penerapan:

Kalau saudara berhasil dalam melakukan suatu hal, baik dalam peker-jaan, study, pelayanan, pekabaran injil dsb, apakah saudara menganggap itu sebagai keberhasilan saudara atau sebagai pekerjaan Tuhan?

II) Kasih Paulus.

Dalam latar belakang surat Filipi di atas, kita sudah melihat bahwa orang-orang Filipi menunjukkan kasihnya kepada Paulus dengan mengi­rimkan Epa-froditus untuk mengunjungi Paulus sambil membawakan barang-barang yang Paulus perlukan.

Sekarang, dalam ay 7-8 kita juga bisa melihat dengan jelas bahwa Paulus-pun mengasihi jemaat Filipi itu.

Jelas bahwa sekalipun mereka jauh di mata, tetapi mereka tetap dekat di hati!

Penerapan:

Ada banyak orang kristen yang dengan saudara seiman yang segereja dengan diapun tak bisa mengasihi. Sebaliknya mereka saling acuh tak acuh, saling fitnah / gossip satu dengan yang lain, saling senti­men, benci dsb. Ini dekat di mata, jauh di hati! Kalau saudara adalah orang yang seperti itu, bacalah 1Kor 13:1-7.

Karena Paulus mengasihi jemaat Filipi, maka sekalipun Paulus jauh dari mereka Paulus banyak berdoa untuk mereka (ay 3-5,9-11).

Apakah saudara mengasihi sesama saudara atau tidak, bisa terlihat dari apakah saudara sering mendoakan mereka atau tidak!

III) Doa syafaat Paulus.

Bahwa Paulus berdoa untuk gereja Filipi, menunjukkan bahwa berdoa untuk gereja adalah sesuatu yang sangat penting!

Penerapan:

· berapa sering saudara mendoakan gereja saudara (pendeta saudara, majelis / pengu­rus saudara, guru-guru sekolah minggu di gereja saudara, acara-acara gereja, keuangan gereja, pertumbuhan gereja secara kwali-tas maupun kwantitas dsb) dalam doa pribadi saudara?

· maukah saudara ikut Persekutuan Doa di gereja untuk mendukung gereja saudara dalam doa?

Hal apa saja yang didoakan oleh Paulus?

1) Ia bersyukur (ay 3-5)

Pernahkah saudara bersyukur kepada Tuhan atas adanya gereja saudara?

2) Ia berdoa supaya jemaat Filipi makin melimpah dalam kasih (ay 9)

Jemaat Filipi sudah mempunyai kasih. Ini terlihat dari bantuan yang mereka berikan kepada Paulus. Tetapi toh Paulus mendoakan supaya mereka makin bertumbuh dalam kasih, karena bagaimanapun juga kasih mereka belum / tidak sempurna!

Dari sini kita bisa belajar bahwa kita harus tetap berdoa seka­lipun untuk hal-hal yang sudah baik dalam gereja kita! Kita cenderung untuk hanya mendoakan hal-hal yang kurang baik / tidak baik dalam gereja kita! Tetapi sikap ini bisa menyebabkan hal yang sudah baik akhirnya menjadi jelek karena tidak pernah di doakan!

Karena itu, renungkanlah dalam hal apa gereja saudara sudah cukup baik, dan tetaplah berdoa untuk hal-hal itu supaya hal-hal yang sudah cukup baik itu menjadi makin sempurna!

3) Ia berdoa supaya jemaat Filipi bertumbuh dalam pengetahuan, sehingga mereka bisa membedakan antara yang salah dan yang benar, antara yang baik dan yang jahat dsb (ay 9b-10a).

Yang dimaksud dengan ‘pengetahuan / pengertian’ di sini tentu saja adalah pengetahuan / pengertian Firman Tuhan.

Bahwa Paulus berdoa supaya jemaat Filipi bertumbuh dalam pengetahuan Firman Tuhan, menunjukkan pentingnya pengajaran Firman Tuhan dalam gereja!

Gereja yang tidak mementingkan pengajaran Firman Tuhan adalah gereja yang sudah menyeleweng dari jalan yang benar!

Ada orang-orang yang berpendapat bahwa yang penting bukan bela­jar banyak, tetapi mentaati Firman Tuhan, hidup baik, dsb. Tetapi ingat bahwa ay 9-10 itu menunjukkan bahwa pertumbuhan pengetahuan itulah yang menyebabkan kita bisa membedakan antara yang baik dengan yang jahat, yang salah dengan yang benar dsb. Kalau kita tidak tumbuh dalam pengetahuan tentang Firman Tuhan, maka kita akan sering menganggap yang baik sebagai jahat, dan yang salah sebagai benar. Lalu bagaimana kita bisa taat kepada Tuhan, hidup baik, dsb?

Hal yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa Paulus mendoa­kan supaya mereka tumbuh dalam kasih (no 2 di atas), dan juga supaya mereka bertumbuh dalam pengetahuan Firman Tuhan (no 3). Memang kedua hal ini harus tumbuh bersama-sama! Kasih tanpa pengetahuan akan menjadi kasih yang memanjakan dan merusak! Sedangkan penge-tahuan tanpa kasih akan menjadikan kita seperti orang-orang Farisi!

Karena itu, perhatikan supaya saudara bertumbuh secara seimbang dalam kedua hal ini!

4) Ia berdoa supaya jemaat Filipi menjadi suci (ay 10b-11).

‘Menjadi suci / tak bercacat’ (ay 10b) sebetulnya sama artinya dengan ‘penuh buah kebenaran’ (ay 11). Sedangkan buah kebenaran itu dikerjakan oleh Yesus Kristus (ay 11 bdk. Gal 5:22-23).

Tetapi itu tidak berarti bahwa kita boleh bersikap pasif saja dalam pengudusan diri kita. Kita tetap mempunyai tanggung jawab untuk:

· banyak belajar Firman Tuhan, karena Firman Tuhan itu dipakai oleh Tuhan untuk menyucikan kita (Yoh 15:3 Maz 119:9 Yer 23:29).

· banyak berdoa supaya Tuhan memberi kita kekuatan menghadapi kelemahan-kelemahan kita, godaan setan dsb (Mat 6:13 26:41).

· berusaha membuang dosa dan mentaati Tuhan.

Tujuan semua ini adalah supaya Allah dipermuliakan (ay 11).

Penutup:

Tirulah Paulus dalam:

· kerendahan hatinya.

· kasihnya.

· doa syafaatnya untuk gereja.

Maukah saudara?

« Halaman Sebelumnya

The Rubric Theme. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.