Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 1:1-11

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 2:56 am


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l1 {mso-list-id:1930582332; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1631595148 -61856862 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 {mso-level-start-at:3; mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-text:”%1\)”; mso-level-tab-stop:54.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:54.0pt; text-indent:-18.0pt;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l0:level1 lfo2 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:90.0pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 1:1-11

Latar belakang surat Filipi.

1) Cerita tentang berdirinya gereja di Filipi bisa saudara baca dalam Kis 16:4-40. Di sana ditunjukkan secara jelas bahwa Pauluslah yang memberitakan Injil di Filipi sehingga ada orang-orang kristen di Filipi. Jadi dengan kata lain, Paulus adalah pendiri gereja Filipi.

2) Dalam Kis 20:1-2 Paulus pernah mampir di Filipi (Filipi terletak di Makedonia bdk. Kis 16:12) untuk menguatkan para murid di sana.

Jadi, setelah menginjili dan mendewasakan iman orang Filipi, pada waktu ada kesempatan Paulus masih mengunjungi mereka untuk bisa lebih mende-wasakan iman mereka.

Penerapan:

Apakah saudara masih ada perhatian kepada orang-orang yang saudara pertobatkan / bawa kepada Kristus? Ataukah saudara menganggap bahwa mereka bukan lagi urusan saudara?

3) Paulus menulis surat Filipi ini pada saat ia ada di penjara Roma.

Ini terlihat dari:

· Fil 1:13-17 yang menunjukkan dengan jelas bahwa pada saat ia menu­lis surat ini, ia sedang ada di penjara.

· Fil 1:13 dan 4:22 berbicara tentang ‘istana’ dan ‘istana kaisar’, sehingga jelas menunjukkan kota Roma (istana kaisar terletak di Roma).

Jadi, pada waktu ada dalam penjara sekalipun (yang jelas merupakan penderitaan), Paulus tetap berusaha melayani Tuhan.

Penerapan:

Kalau saudara sedang ada dalam keadaan baik-baik, saudara mungkin mau melayani Tuhan. Tetapi bagaimana kalau keadaan memburuk dan saudara ada dalam penderitaan? Masihkah saudara mau melayani Tuhan, atau apakah saudara ‘cuti’ dahulu sampai penderitaan itu berakhir

4) Dari Fil 2:25-30 dan 4:18 terlihat dengan jelas bahwa pada saat Paulus ada di dalam penjara, orang-orang Filipi mengutus seorang yang bernama Epa-froditus untuk mengunjungi Paulus dan membawa ba­rang-barang yang Paulus butuhkan. Setelah itu Paulus mengirimkan Epafroditus kembali ke Filipi (Fil 2:25) sambil membawakan surat Filipi ini.

Sekarang mari kita mempelajari Fil 1:1-11 ini.

Ada 3 hal yang menyolok dari diri Paulus dalam bagian ini:

I) Kerendahan hati Paulus.

Ini terlihat dari:

1) Ia menyebut dirinya sebagai ‘hamba Kristus Yesus’ (ay 1).

a) Ini menunjukkan kerendahan hati Paulus. Ia adalah seorang rasul, dan ia adalah pendiri dari gereja Filipi. Tetapi ia toh menyebut diri bukan sebagai rasul / pendiri, tetapi sebagai hamba!

Kalau saudara adalah orang yang aktif dalam gereja saudara, atau kalau saudara adalah seorang donatur yang terutama dalam gereja saudara, dan karena itu saudara mau menjadi boss dalam gereja saudara, maka lihatlah kepada Paulus dan tirulah dia!

Ingat bahwa sebetulnya dalam gereja Tuhan hanya ada 1 Tuan, yaitu Tuhan Yesus sendiri! Semua orang kristen adalah hamba! Tidak boleh ada ‘tuan besar’ yang bersikap / bertindak sebagai diktator / pemilik / boss dalam gereja!

Kalau saudara toh mau menjadi yang terbesar dalam gereja Tuhan, maka caranya adalah justru dengan menjadi yang terendah dan menjadi hamba bagi semua! (bdk. Mat 20:20-28).

b) Tetapi dalam sebutan ‘hamba Kristus Yesus’ itu juga terlihat bahwa:

· Paulus bukanlah hamba uang / hamba dosa dsb.

· Paulus bukan hamba manusia (bdk. 1Kor 7:23).

Ingat bahwa kerendahan hati tidak berarti bahwa kita harus tunduk kepada manusia! (bdk. Gal 1:10).

· Paulus tunduk / taat hanya kepada Tuhan!

Apakah saudara adalah orang yang seperti ini?

2) Paulus menyejajarkan diri dengan Timotius (ay 1).

a) Sekalipun nama Timotius disebutkan sebagai pengirim surat Filipi ini (ay 1: ‘Dari Paulus dan Timotius …’), tetapi ini tidak berarti bahwa Timotius juga adalah pengarang surat Filipi ini.

Dasar pandangan ini adalah: dalam surat Filipi ini, Paulus selalu ber-kata ‘Aku’ (misalnya pada ay 3). Sedangkan pada waktu membicara-kan tentang Timotius, Paulus menggunakan kata ‘ia / dia’ (misalnya dalam 2:19-23).

b) Kalau Timotius tidak ikut mengarang surat Filipi ini, lalu mengapa namanya dicantumkan sebagai pengirim surat Filipi ini?

· Mungkin karena Timotius adalah juru tulis Paulus.

Bahwa dalam menulis surat-suratnya, Paulus sering mempunyai juru tulis, bisa terlihat dari:

* 1Kor 16:21-24 Kol 4:18 2Tes 3:17 yang menunjukkan bahwa Paulus hanya menulis salam terakhir itu dengan tangannya sendiri. Sedangkan seluruh surat itu di tulis oleh juru tulis Paulus.

* Ro 16:22 yang menunjukkan bahwa Paulus mempunyai juru tulis yang bernama Tertius untuk menuliskan surat Roma.

· Mungkin karena Timotius ikut bersama Paulus pada waktu ia memberitakan Injil untuk pertama kalinya di Filipi (Kis 16:1-3).

Dan Timotius juga ada bersama dengan Paulus pada waktu Paulus menulis surat ini. Jadi, supaya orang Filipi bisa lebih mengingat saat-saat dalam Kis 16 itu, maka nama Timotius dicantumkan sebagai pengirim surat ini.

c) Bagaimanapun juga, Paulus jauh lebih besar dari Timotius, baik ditinjau dari sudut umur, pengalaman, jabatan, luas / keberhasilan pelayanan, dsb. Jadi, sebetulnya Paulus tidak perlu menyeja­jarkan namanya dengan Timotius. Ia bisa saja menulis sebagai berikut: ‘Dari Rasul Paulus dan Pendeta Timotius …’.

Tetapi ia tidak melakukan hal itu. Ia menyejajarkan dirinya dengan Timotius sebagai ‘hamba-hamba Kristus Yesus’. Ini jelas menunjukkan kerendahan hati Paulus!

Mengapa Paulus bisa seperti itu? Karena ia menghubungkan dirinya dan Timotius dengan Tuhan Yesus sendiri (ay 1: ‘hamba-hamba Kristus Yesus’).

Kalau kita hanya membandingkan diri kita dengan orang lain, maka mungkin sekali kita akan melihat betapa lebih hebatnya kita dibanding dengan orang itu. Tetapi kalau kita melihat diri kita, orang lain itu, dan Tuhan, maka Tuhan akan kelihatan menon­jol jauh di atas, sedangkan diri kita maupun orang lain itu akan tenggelam ke bawah, sehingga tak akan terlihat perbedaan antara kita dengan orang itu.

Illustrasi:

Gunung yang satu lebih tinggi dari gunung yang lain. Tetapi kalau dibandingkan dengan bintang, maka perbedaan tinggi itu akan menja-di hilang / tidak berarti!

Karena itu, setiap kali saudara merasa sombong / lebih hebat dari orang lain, maka pandanglah kepada Tuhan!

3) Paulus menganggap hal-hal baik dalam diri orang Filipi sebagai pekerja-an Allah, bukan pekerjaannya sendiri!

· Ay 6: Allah yang memulai pekerjaan baik di antara orang-orang Filipi (mempertobatkan mereka). Padahal mereka bertobat, karena Peka-baran Injil yang dilakukan oleh Paulus!

· Ay 3-5: Paulus bersyukur kepada Allah! Karena ia sadar bahwa pertobatan orang Filipi itu adalah pekerjaan Allah, maka Paulus ber-syukur kepada Tuhan atas hal itu

Semua ini sesuai dengan apa yang ia katakan dalam 1Kor 3:6-7!

Penerapan:

Kalau saudara berhasil dalam melakukan suatu hal, baik dalam peker-jaan, study, pelayanan, pekabaran injil dsb, apakah saudara menganggap itu sebagai keberhasilan saudara atau sebagai pekerjaan Tuhan?

II) Kasih Paulus.

Dalam latar belakang surat Filipi di atas, kita sudah melihat bahwa orang-orang Filipi menunjukkan kasihnya kepada Paulus dengan mengi­rimkan Epa-froditus untuk mengunjungi Paulus sambil membawakan barang-barang yang Paulus perlukan.

Sekarang, dalam ay 7-8 kita juga bisa melihat dengan jelas bahwa Paulus-pun mengasihi jemaat Filipi itu.

Jelas bahwa sekalipun mereka jauh di mata, tetapi mereka tetap dekat di hati!

Penerapan:

Ada banyak orang kristen yang dengan saudara seiman yang segereja dengan diapun tak bisa mengasihi. Sebaliknya mereka saling acuh tak acuh, saling fitnah / gossip satu dengan yang lain, saling senti­men, benci dsb. Ini dekat di mata, jauh di hati! Kalau saudara adalah orang yang seperti itu, bacalah 1Kor 13:1-7.

Karena Paulus mengasihi jemaat Filipi, maka sekalipun Paulus jauh dari mereka Paulus banyak berdoa untuk mereka (ay 3-5,9-11).

Apakah saudara mengasihi sesama saudara atau tidak, bisa terlihat dari apakah saudara sering mendoakan mereka atau tidak!

III) Doa syafaat Paulus.

Bahwa Paulus berdoa untuk gereja Filipi, menunjukkan bahwa berdoa untuk gereja adalah sesuatu yang sangat penting!

Penerapan:

· berapa sering saudara mendoakan gereja saudara (pendeta saudara, majelis / pengu­rus saudara, guru-guru sekolah minggu di gereja saudara, acara-acara gereja, keuangan gereja, pertumbuhan gereja secara kwali-tas maupun kwantitas dsb) dalam doa pribadi saudara?

· maukah saudara ikut Persekutuan Doa di gereja untuk mendukung gereja saudara dalam doa?

Hal apa saja yang didoakan oleh Paulus?

1) Ia bersyukur (ay 3-5)

Pernahkah saudara bersyukur kepada Tuhan atas adanya gereja saudara?

2) Ia berdoa supaya jemaat Filipi makin melimpah dalam kasih (ay 9)

Jemaat Filipi sudah mempunyai kasih. Ini terlihat dari bantuan yang mereka berikan kepada Paulus. Tetapi toh Paulus mendoakan supaya mereka makin bertumbuh dalam kasih, karena bagaimanapun juga kasih mereka belum / tidak sempurna!

Dari sini kita bisa belajar bahwa kita harus tetap berdoa seka­lipun untuk hal-hal yang sudah baik dalam gereja kita! Kita cenderung untuk hanya mendoakan hal-hal yang kurang baik / tidak baik dalam gereja kita! Tetapi sikap ini bisa menyebabkan hal yang sudah baik akhirnya menjadi jelek karena tidak pernah di doakan!

Karena itu, renungkanlah dalam hal apa gereja saudara sudah cukup baik, dan tetaplah berdoa untuk hal-hal itu supaya hal-hal yang sudah cukup baik itu menjadi makin sempurna!

3) Ia berdoa supaya jemaat Filipi bertumbuh dalam pengetahuan, sehingga mereka bisa membedakan antara yang salah dan yang benar, antara yang baik dan yang jahat dsb (ay 9b-10a).

Yang dimaksud dengan ‘pengetahuan / pengertian’ di sini tentu saja adalah pengetahuan / pengertian Firman Tuhan.

Bahwa Paulus berdoa supaya jemaat Filipi bertumbuh dalam pengetahuan Firman Tuhan, menunjukkan pentingnya pengajaran Firman Tuhan dalam gereja!

Gereja yang tidak mementingkan pengajaran Firman Tuhan adalah gereja yang sudah menyeleweng dari jalan yang benar!

Ada orang-orang yang berpendapat bahwa yang penting bukan bela­jar banyak, tetapi mentaati Firman Tuhan, hidup baik, dsb. Tetapi ingat bahwa ay 9-10 itu menunjukkan bahwa pertumbuhan pengetahuan itulah yang menyebabkan kita bisa membedakan antara yang baik dengan yang jahat, yang salah dengan yang benar dsb. Kalau kita tidak tumbuh dalam pengetahuan tentang Firman Tuhan, maka kita akan sering menganggap yang baik sebagai jahat, dan yang salah sebagai benar. Lalu bagaimana kita bisa taat kepada Tuhan, hidup baik, dsb?

Hal yang penting untuk diperhatikan adalah bahwa Paulus mendoa­kan supaya mereka tumbuh dalam kasih (no 2 di atas), dan juga supaya mereka bertumbuh dalam pengetahuan Firman Tuhan (no 3). Memang kedua hal ini harus tumbuh bersama-sama! Kasih tanpa pengetahuan akan menjadi kasih yang memanjakan dan merusak! Sedangkan penge-tahuan tanpa kasih akan menjadikan kita seperti orang-orang Farisi!

Karena itu, perhatikan supaya saudara bertumbuh secara seimbang dalam kedua hal ini!

4) Ia berdoa supaya jemaat Filipi menjadi suci (ay 10b-11).

‘Menjadi suci / tak bercacat’ (ay 10b) sebetulnya sama artinya dengan ‘penuh buah kebenaran’ (ay 11). Sedangkan buah kebenaran itu dikerjakan oleh Yesus Kristus (ay 11 bdk. Gal 5:22-23).

Tetapi itu tidak berarti bahwa kita boleh bersikap pasif saja dalam pengudusan diri kita. Kita tetap mempunyai tanggung jawab untuk:

· banyak belajar Firman Tuhan, karena Firman Tuhan itu dipakai oleh Tuhan untuk menyucikan kita (Yoh 15:3 Maz 119:9 Yer 23:29).

· banyak berdoa supaya Tuhan memberi kita kekuatan menghadapi kelemahan-kelemahan kita, godaan setan dsb (Mat 6:13 26:41).

· berusaha membuang dosa dan mentaati Tuhan.

Tujuan semua ini adalah supaya Allah dipermuliakan (ay 11).

Penutup:

Tirulah Paulus dalam:

· kerendahan hatinya.

· kasihnya.

· doa syafaatnya untuk gereja.

Maukah saudara?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: