Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 1:12-19

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 2:57 am

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l0:level1 lfo2 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:90.0pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 1:12-19

I) Paulus mengalami bencana.

1) Ia dipenjarakan (ay 12-13).

Tadinya Tuhan memakai Paulus untuk keliling memberitakan Injil, mendi-rikan gereja-gereja, memberitakan Firman Tuhan untuk menguatkan orang-orang kristen dll. Tetapi sekarang Paulus masuk penjara! Bahkan ada kemungkinan Paulus akan dijatuhi hukuman mati! Kelihatannya setan menang, Tuhan kalah, gereja rugi, Paulus rugi. Tetapi, benar­kah demikian?

2) Ada orang-orang yang tidak senang pada Paulus (ay 15).

Orang-orang ini giat mengabarkan Injil dengan maksud untuk mem­per-berat beban Paulus dalam penjara (ay 17).

II) Akibat dari bencana ini.

Bencana biasanya berakibat buruk. Tapi di sini, bencana berakibat lain! Lihat ay 12! Akibat bencana itu: Injil makin maju!

Kata ‘kemajuan’ dalam ay 12 itu, dalam bahasa Yunaninya adalah PROKOPEN yang menunjukkan kemajuan dari suatu expedisi atau pasukan tentara.

Bagaimana Injil bisa tambah maju?

1) Paulus dipenjara, tetapi ia terus mengabarkan Injil.

Ia mengabar­kan Injil kepada penjaga penjara / tentara yang secara bergi-liran menjaga dia. Ini betul-betul persis seperti kata-kata Paulus dalam 2Tim 2:9 dimana ia berkata: ‘… aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu’.

Bandingkan dengan orang kristen jaman sekarang yang pada umumnya orangnya tidak terbelenggu, tetapi Firman Allah di dalam mereka terbe-lenggu!

Akibat Pekabaran Injil yang Paulus lakukan, ada orang-orang yang bertobat (Fil 4:22). Sekarang terlihat tujuan Allah membiarkan Paulus masuk penjara, yaitu untuk menyelamatkan orang-orang pilihan Allah di sana!

2) Orang lain juga banyak yang makin giat memberitakan Injil (ay 14).

a) Yang dimaksud dengan ‘saudara’ dalam ay 14 adalah orang-orang kristen di Roma, tempat Paulus dipenjarakan.

b) Kebanyakan saudara’ (ay 14) menunjukkan bahwa ada juga orang-orang yang lalu malah bertambah takut untuk memberitakan Injil, teta-pi kebanyakan menjadi bertambah berani dalam memberitakan Injil.

Penerapan:

Kalau saudara mendengar ada orang yang ditangkap / dianiaya karena memberitakan Injil, bagaimana sikap / tindakan saudara?

· mengkritik / menyalahkan orang itu karena terlalu fanatik / extrim.

· menjadi makin ‘bijaksana’ (atau ‘bijaksini’?) dengan tidak lagi mem-beritakan Injil / mengurangi Pemberitaan Injil.

· menjadikan orang itu sebagai teladan, sehingga saudara lalu makin berani dalam memberitakan Injil.

c) Mereka yang memberitakan Injil terbagi menjadi 2 golongan:

· Golongan yang motivasinya benar (ay 15b,16a,18).

Mungkin mereka melihat penginjilan di dalam gereja menjadi ter-bengkalai karena ditinggal oleh Paulus, maka mereka berusaha memberitakan Injil untuk menggantikan Paulus.

Penerapan:

Kalau dalam gereja saudara ada seseorang yang karena satu hal tertentu tidak bisa melayani, apakah saudara berusaha menggantikannya? Atau saudara bersikap acuh tak acuh saja?

· Golongan yang motivasinya salah (ay 15a,17,18).

* Hal yang perlu saudara ketahui adalah bahwa orang-orang ini adalah orang kristen! Berita / ajaran yang mereka berikan adalah ajaran yang benar / Injil yang murni!

Ayat-ayat seperti 2Kor 11:4-5,13 Gal 1:6-9 Fil 3:2 menunjuk-kan bahwa kalau menghadapi orang-orang yang ajarannya salah, Paulus tidak pernah bersikap ramah, tetapi bersikap sangat keras. Bahwa terhadap golongan ke 2 ini Paulus bersikap ramah, membuktikan bahwa mereka adalah orang kristen sungguh-sungguh, yang memberitakan ajaran yang benar (hanya motivasi mereka saja yang salah).

* Ay 15: ‘dengki’ (NIV/NASB/KJV/RSV: envy).

Mungkin orang-orang kristen ini iri dengan kepopuleran Paulus sehingga akhirnya tidak senang kepada Paulus. Dan semen-tara Paulus ada di penjara, mereka beranggapan bahwa itu adalah saat yang baik bagi mereka untuk menaikkan kepopuleran mereka dengan giat memberitakan Injil.

* Dalam ay 17 juga dikatakan bahwa mereka giat memberitakan Injil untuk memperberat beban Paulus dalam penjara. Bagai-mana hal ini bisa terja­di, kita tidak bisa tahu.

Kesimpulan: orang-orang ini adalah orang yang pro Kris­tus, tetapi anti Paulus!

Menghadapi kejadian seperti ini Paulus tetap bersukacita! Bagai-mana mungkin? Karena ia menyoroti hal itu secara positif! Asal mereka memberitakan Kristus, sekalipun dalam diri mereka ada dosa (motivasi yang salah), Tuhan tetap bisa memakai mereka (Awas! Ini tentu tak berarti bahwa saudara boleh membiarkan begitu saja dosa ada dalam diri saudara!).

Sekarang terlihat bahwa bencana itu ternyata membawa kebaikan! Kalau saudara adalah orang yang tidak / belum percaya kepada Kristus, atau orang kristen KTP, maka bencana memang bisa berakibat buruk bagi saudara. Tetapi kalau saudara adalah orang kristen yang sejati, bagi saudara berlaku janji Tuhan dalam Ro 8:28 (perhatikan juga Ro 8:32) sehingga tidak mungkin ada bencana yang betul-betul bisa merugikan saudara!

III) Sikap Paulus dalam bencana.

1) Ia yakin bahwa semua yang ia alami akan membawa kebaikan (ay 19).

Beberapa penjelasan tentang ay 19 ini:

· ‘Semuanya’ (ay 19) menunjuk pada bencana yang ia alami, baik masuknya ia ke penjara, maupun adanya orang-orang yang memberitakan Injil untuk memperberat bebannya dalam penjara.

· ‘Kesudahan’ (ay 19) menunjukkan bahwa ia mengarahkan pandangan­nya ke depan! Sekarang ia menderita, tetapi nanti ia yakin semua akan membawa kebaikan.

Memang, dalam mengalami penderitaan, arahkan mata saudara ke depan, bukan pada penderitaan saudara saat itu!

· ‘Keselamatanku’ (ay 19) jelas tidak menunjuk pada keselamatan dari dosa karena Paulus sudah selamat dan ia yakin akan kesela­matannya (ay 21,23). Kata ‘keselamatan’ di sini bisa diartikan kesehatan, atau kesejahteraan secara jasmani / rohani, atau sekedar diartikan kebaik-an. Jadi, ia yakin bahwa semuanya akan membawa kebaikan bagi dia!

Penerapan:

Persoalan / bencana apa yang saat ini saudara hadapi? Percayakah saudara bahwa itu akan membawa kebaikan bagi saudara? Atau, adakah problem dalam gereja saudara? Percayakah saudara bahwa itupun akan membawa kebaikan bagi gereja saudara maupun diri saudara sendiri?

Keyakinan ini penting, karena akan menjadi dasar dari sikap-sikap lain dalam menghadapi bencana / problem!

2) Ia bersukacita (ay 18-19).

Keyakinan bahwa segala sesuatu akan membawa kebaikan, menyebab­kan ia bisa bersukacita dalam penderitaan yang berat sekalipun.

Hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting! Kalau saudara bisa bersukacita ditengah-tengah bencana, maka:

a) Semua akan terasa lebih ringan bagi diri saudara sendiri. Sebalik­nya, kalau saudara putus asa, maka saudara akan makin celaka (bdk. Amsal 15:15 17:22 24:10).

b) Itu akan menjadi kesaksian yang luar biasa bagi orang-orang disekitar saudara. Tetapi sebaliknya, kalau ditengah-tengah kesukaran saudara juga menjadi sumpek, gelisah, marah, putus asa, dsb, lalu apa bedanya hidup saudara dengan orang kafir?

3) Ia melupakan diri sendiri (menyangkal diri) dan ia hidup hanya untuk kemuliaan Allah saja!

a) Ay 18: ‘Tetapi tidak mengapa’.

Ini kelihatannya menunjukkan bahwa motivasi yang salah dalam memberitakan Injil itu tidak apa-apa. Tetapi dalam bagian ini Kitab Suci Indonesia terjemahannya kurang tepat!

NIV/NASB/KJV/RSV: ‘What then?’ (= ‘Lalu apa?’).

Jadi, ay 18 ini tidak menunjukkan bahwa Paulus menganggap bahwa motivasi yang salah itu tidak apa-apa! Ay 18 ini hanya menun­jukkan bahwa sekalipun orang-orang itu berusaha merugikan dirinya, Paulus tidak peduli dengan dirinya sendiri. Yang penting bagi dia adalah: Kristus diberitakan!

b) Ay 12 juga menunjukkan bahwa Paulus tidak peduli pada dirinya sendiri, sekalipun pada saat itu ia ada dalam penjara. Yang ia pedulikan bukanlah ‘apa yang terjadi pada dirinya’ tetapi ‘apa yang terjadi pada Injil’!

Penerapan:

Bagaimana dengan diri saudara? Sudahkah saudara menyangkal diri saudara sendiri dan sudahkah saudara hidup hanya bagi kemuliaan Allah? Yang mana yang lebih saudara perhatikan / pedulikan: apa yang terjadi pada diri saudara, atau, apa yang terjadi pada Injil?

4) Ia berusaha maximal dimanapun dan dalam sikon apapun ia berada. Yakin pada Ro 8:28 tidak berarti bahwa kita boleh menjadi orang yang pasif dan ‘berserah’ pada keadaan dengan alasan ‘toh semua akan membawa kebaikan’.

Paulus tetap berusaha secara maximal! Apa usahanya?

a) Paulus memberitakan Injil dalam penjara.

Kehebatan Paulus dalam memberitakan Injil bisa kita lihat dalam kitab Kisah Rasul. Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadah orang Yahudi. Kalau ditolak, ia lalu memberitakan Injil kepada orang-orang non Yahudi. Kalau dianiaya / mau dibunuh di suatu kota, ia pindah ke kota lain dan memberitakan Injil di tempat yang baru. Pada saat ia dimasukkan penjara di Filipi (Kis 16) ia memberitakan Injil kepada kepala penjara sehingga kepala penjara bertobat dan terbentuk gereja di Filipi. Pada waktu ia ditangkap dan dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi, ia juga memberitakan Injil kepada mereka. Waktu dihadapkan kepada penggede / raja seperti Festus, Felix, Agripa & Bernike, ia juga memberitakan Injil kepada mereka. Dan di sini, waktu ia masuk penjara di Roma, ia memberitakan Injil lagi sehingga mempertobatkan orang-orang dalam istana kaisar Nero! Biasanya orang kristen bingung karena serangan setan, tetapi mungkin sekali pada waktu menghadapi Paulus, setannya yang bingung, karena serangan apapun yang setan lakukan, Paulus tetap memberitakan Injil! Ia betul-betul melakukan apa yang ia sendiri katakan / perin-tahkan dalam 2Tim 4:2, yang berbunyi: ‘Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya’!

Maukah saudara meniru Paulus?

b) Ia menghibur orang-orang Filipi dengan surat ini, supaya orang-orang Filipi tidak mundur dalam pelayanan tetapi sebaliknya bisa mempu-nyai keyakinan dan sukacita seperti dia. Biasanya orang yang ada di penjara dihibur oleh yang di luar penjara. Tetapi disini justru orang yang sedang di dalam penjara meng­hibur orang yang sedang bebas!

Kesimpulan: Paulus tetap berusaha maximal / melakukan yang terbaik dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun tidak menye­nangkannya!

Seseorang berkata:

· “Never to allow ourselves to think that we could serve God better if our circumstances were other than they are” (= Jangan pernah beranggapan bahwa kita bisa melayani Tuhan dengan lebih baik, kalau keadaannya berbeda).

· “Always try to do our best where we are, knowing that he can bring good out of evil” (= Kita harus selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dimana kita berada, karena kita tahu bahwa Ia bisa mengubahkan yang jelek menjadi baik).

Penerapan:

Kita sering berkhayal dengan menggunakan kata ‘andai­kata’!

Misalnya:

· Andaikata kita mempunyai gereja sendiri di tempat yang strategis, maka kita bisa melayani Tuhan dengan lebih baik.

· Andaikata kita tak punya problem ekonomi / keluarga / kesehatan, kita bisa melayani Tuhan dengan lebih baik.

· Andaikata saya kaya, saya bisa mempersembahkan lebih banyak bagi Tuhan / gereja.

· Andaikata saya orang yang pandai / punya karunia-karunia yang hebat, saya akan melayani Tuhan mati-matian.

· Andaikata suami / istri saya orang kristen, saya bisa lebih bebas dalam melayani Tuhan.

Semua pangandaian seperti ini tidak pada tempatnya! Ingat bahwa kalau Tuhan mengijinkan saudara mengalami hal-hal itu, pasti itulah yang ter-baik bagi saudara, dan Ia ingin saudara berusaha secara maximal dalam keadaan seperti itu!

Memang, kalau keadaan yang tidak menyenangkan itu bisa diubah, tentu saja saudara boleh mengubahnya; tetapi kalau tidak bisa, janganlah selalu berkhayal dengan kata ‘andaikata’ itu! Itu cuma akan menyebab-kan saudara tidak bersyukur dengan apa yang Tuhan beri­kan, dan itu menyebabkan saudara tidak berusaha secara maximal, karena saudara menantikan keadaan yang saudara khayalkan itu, yang mungkin tidak akan pernah muncul!

Jadi, maukah saudara berusaha secara maximal dalam situasi dan kondisi dimana saudara berada sekarang ini? Berusahalah secara maximal dalam doa, pelayanan / pemberitaan Injil, mengajak orang ke gereja, kehadiran saudara sendiri (jangan mbolosan!), persembahan, ketaatan, dsb. Maukah saudara?

Kesimpulan:

Apakah saudarapun menghadapi bencana / problem? Hadapilah semua itu de- ngan:

· yakin pada Ro 8:28.

· sukacita.

· menyangkal diri dan hidup hanya untuk kemuliaan Allah.

· berusaha secara maximal dalam sikon apapun.

Maukah saudara?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: