Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 1:20-26

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 3:03 am


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 1:20-26

Pendahuluan:

Ada suatu peribahasa yang berbunyi: Bagaikan makan buah simalakama; dimakan mati ibu, tak dimakan mati bapak. Ini menggambarkan seseorang yang sedang berada di persimpangan jalan, sedangkan kedua pilihan / kemungkinan yang akan terjadi, dua-duanya jelek dan merupakan bencana yang besar!

Tetapi, hal seperti ini tidak mungkin dialami oleh orang kristen yang sejati. Ro 8:28 memberikan jaminan bahwa Tuhan hanya akan memberikan hal-hal yang membawa kebaikan bagi kita, sehingga jelas bahwa Tuhan tidak mungkin meletakkan kita pada suatu keadaan dimana hanya ada dua pilihan / kemung-kinan, dan dua-duanya jelek! Tetapi, kita bisa ada dalam suatu situasi dimana semua kemungkinan / pilihan kelihatannya jelek!

I) Dua pilihan bagi Paulus.

Saat itu Paulus sedang ada di dalam penjara, dan ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu: ia akan dihukum mati, atau ia akan dibiar­kan hidup / dibebaskan.

Kalau kita menyoroti kedua kemungkinan ini secara negatif, maka dua-duanya kelihatannya jelek:

· kalau ia mati, itu berarti ia dihukum mati. Itu sesuatu yang mena­kutkan. Mungkin ia akan menjadi tontonan dan pembicaraan orang banyak. Itu merupakan sesuatu yang memalukan. Disamping itu, musuh-musuhnya pasti akan bersukacita. Ini merupakan sesuatu yang tidak menyenang-kan.

· Kalau ia dibiarkan hidup, sebagai seorang rasul, ia pasti akan menginjil lagi. Maka jelas bahwa segala penolakan, permusuhan, kebencian, bah-kan penganiayaan, akan ia terima lagi. Ini lagi-lagi merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan!

Tetapi, sekarang, mari kita lihat bagaimana Paulus sendiri menyoroti kedua kemungkinan tersebut:

A) Mati adalah keuntungan (ay 21).

Mengapa? Karena itu berarti ia akan diam bersama-sama dengan Kristus (ay 23).

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari kata-kata Paulus ini:

1) Paulus yakin bahwa orang kristen yang mati akan langsung masuk surga, bukannya ‘tidur’ dahulu, atau masuk tempat penantian!

Hal ini juga terlihat dalam 2Kor 5:8 dimana Paulus berkata: “… terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan” [NIV / NASB: ‘at home with the Lord’ (= di rumah bersama Tuhan). Terjemahan hurufiahnya seharusnya adalah: ‘to come home to the Lord’ (= pulang ke rumah kepada Tuhan)].

Seorang penafsir mengomentari ayat ini sebagai berikut:

“This would be an immediate union with Christ, directly after death. No mention here of an intermediate state of unconscious­ness or sleep of the soul in which Christ’s presence would not be experienced; and also no thought that he would be with Christ only after the resurrection” (= Ini merupakan persatuan langsung dengan Kristus, segera setelah kematian. Di sini tidak disebutkan tentang keadaan tidak sadar atau jiwa yang tidur dimana kehadiran Kristus tidak akan dialami; dan juga tidak ada pemikiran bahwa ia akan bersama dengan Kristus hanya setelah kebangkitan orang mati).

2) Paulus yakin akan keselamatannya, karena ia beriman. Ini menye­babkan ia tidak takut mati. Ia yakin bahwa kapanpun ia mati, ia akan pergi ke surga!

Semua agama di luar Kristen mengandalkan perbuatan baik, atau iman + perbuatan baik. Ini menyebabkan mereka (ditinjau dari sudut agama mereka sendiri), tidak mungkin bisa yakin akan keselamatan mereka. Persoalan mereka adalah: mereka tidak bisa tahu berapa banyak dosa ataupun perbuatan baik yang telah mereka lakukan.

Tetapi kekristenan merupakan satu-satunya agama yang hanya mengandalkan iman (bdk. Ef 2:8-9). Karena itulah maka dalam ke- kristenan ada keyakinan keselamatan yang tidak bisa diberikan oleh agama lain.

Penerapan:

Apakah saudara yakin bahwa saudara akan masuk surga kapanpun saudara mati? Kalau saudara betul-betul percaya bahwa Yesus telah mati di salib untuk membayar semua hutang dosa saudara, maka adalah aneh / tidak masuk akal kalau saudara masih takut akan masuk neraka! Kalau memang semua dosa saudara sudah dibayar oleh Kristus, lalu dosa yang mana yang akan menyebabkan saudara masuk neraka?

3) Paulus siap untuk mati.

Ada banyak orang-orang kristen yang yakin akan keselamatannya, dan memang benar-benar sudah diselamatkan, tetapi tidak siap untuk mati. Mengapa? Karena mereka masih kurang mentaati Tuhan, dan disamping itu, mereka masih kurang / belum melayani Tuhan / belum pernah membawa jiwa kepada Tuhan!

Illustrasi: perhatikan kata-kata dari lagu ini:

Bila jiwaku dipanggilNya, layakkah ku nampak sriNya?

B’lum seorang yang kubawa, rahmatHu tersia-sialah

Skarang pulang ku tak sesal, karna jiwaku tlah slamat

Hanya hatiku sedih b’rat, kerjaanku b’lum berbuah

Ref: Belum selesai kerjaku, kutak layak nampak Hu

B’lum seorang yang kubawa, tangan hampa pulangkah?

Tetapi, Paulus tidak seperti itu. Ia sudah hidup secara maximal bagi Tuhan. Ini terlihat dari ay 20b dimana ia berkata: “seperti sediakala … Kristus dengan nyata dimuliakan”. Karena itu ia betul-betul siap untuk mati. Kalau saat itu ia mati, ia tak akan menyesali karena masih kurang bekerja dan hidup bagi Tuhan. Ia takkan malu bertemu Tuhan!

Penerapan:

Bagaimana dengan saudara? Saudara mungkin sudah selamat, dan kalau mati, saudara yakin masuk surga. Tetapi sudahkah saudara siap untuk mati dan bertemu Tuhan? Sudahkah saudara hidup dan bekerja secara maximal bagi Tuhan? Sudahkah saudara rajin dalam membe-ritakan Injil kepada orang-orang di sekitar saudara? Sudah berapa jiwa yang saudara bawa kepada Tuhan?

4) Paul berkata bahwa mati itu suatu keuntungan.

Setiap orang kristen yang sungguh-sungguh, sebetulnya bisa menga-takan hal itu, karena kalau kita mati, kita akan ke surga di mana tidak ada lagi penderitaan, air mata, dosa, setan dsb.

Tetapi seringkali kita ingin mati dengan suatu sikap yang egois. Kita ingin mati hanya karena kita ingin terbebas dari penderi­taan di dunia ini! Keinginan kita untuk mati didasarkan atas cinta kita pada diri kita sendiri! Tidak demikian dengan Paulus! Ia menganggap mati sebagai keun­tungan karena cintanya kepada Kristus. Karena itu, ia ingin mati, karena ia tahu bahwa kalau ia mati, ia akan bersama-sama dengan Kristus (ay 23).

B) Hidup adalah Kristus (ay 21).

Artinya: Kristus adalah segala-galanya dalam hidupnya! Dan karena itu:

1) Ia mau supaya hidupnya memuliakan Kristus (ay 20).

Bagaimana dengan hidup saudara? Apakah saudara hidup untuk kemuliaan diri saudara sendiri? Atau untuk kemuliaan gereja saudara? Atau kemu­liaan aliran saudara? Atau betul-betul untuk kemuliaan Kristus?

2) Bagi dia, hidup berarti bekerja memberi buah! (ay 22)

Ia bukan orang yang asal bekerja / melayani! Ia ingin bekerja memberi buah!

Illustrasi:

ada 2 golongan penunggang kuda. Golongan pertama adalah penung-gang kuda sungguhan. Ada pergerakan dan betul-betul ada kemajuan. Golongan kedua adalah penunggang kuda goyang (kuda-kudaan yang bagian bawahnya diberi lengkungan seperti kursi goyang). Ada pergerakan, tetapi tidak ada kemajuan sama sekali!

Orang kristenpun bisa terbagi dalam 2 golongan. Ada yang melayani dan menghasilkan buah. Tetapi ada juga yang kelihatannya banyak aktivitas, tetapi tak ada buahnya sama sekali!

Karena itu, renungkanlah pelayanan saudara selama ini! Adakah buah­nya? Kalau tidak ada buahnya, itu bisa disebabkan oleh hidup yang kotor, kurang berdoa, atau cara pelayanan yang salah. Maukah saudara membereskan hal-hal itu?

3) Ia ingin supaya melalui hidupnya, jemaat bertambah maju dalam iman (ay 25).

Hamba Tuhan / guru sekolah minggu yang tidak menggunakan hidup­nya untuk menumbuhkan iman jemaat / anak-anaknya, adalah nabi palsu!

Tetapi saudarapun, sekalipun saudara adalah jemaat biasa, harus berusaha supaya melalui hidup saudara, saudara bisa menumbuhkan iman jemaat yang lain. Misalnya: dengan sharing (pernahkah saudara sharing?), dengan menasehati jemaat lain, dengan mengajak mereka datang ke Bible Study dsb.

Kesimpulan:

· Dua kemungkinan ini, dua-duanya adalah berkat bagi Paulus! Ia sampai bingung harus memilih yang mana (ay 22b).

Jadi, sekalipun kelihatannya dua-dua jelek, tetapi kalau disoroti secara benar, pasti tidak mungkin dua-dua jelek!

· Paulus siap untuk keduanya! Tapi ia tetap berusaha untuk memilih yang terbaik

Ingat bahwa kepercayaan terhadap Ro 8:28, tidak berarti bahwa kita boleh bersikap apatis!

II) Pilihan / keinginan Paulus.

Pertimbangan Paulus:

· Mati adalah keuntungan. Ini bagi Paulus sendiri! (ay 21,23).

· Hidup / tinggal di dunia itu lebih perlu. Ini bagi gereja! (ay 24).

Paulus betul-betul mati bagi dirinya sendiri. Keputusannya untuk memilih, didasarkan atas keuntungan Kristus / gereja, bukan atas kepentingan / kesenangan pribadinya! Dan karena itu ia memilih untuk hidup.

William Hendriksen berkata:

“The need of the church weighs heavier with him than the desire of his own soul” (= kebutuhan gereja lebih berat baginya dari pada keinginannya sendiri).

Karena ia yakin bahwa ia memilih yang terbaik, maka ia juga yakin bahwa pilihannya itulah yang akan terjadi (ay 25-26). Ingat bahwa ini hanyalah keyakinan Paulus sendiri, bukan wahyu yang Tuhan berikan kepada Paulus.

Rupa-rupanya keyakinan Paulus ini betul-betul terwujud (Catatan: ada pro dan kontra tentang hal ini!). Orang-orang yang percaya bahwa keinginan / keyakinan Paulus ini akhirnya menjadi kenyataan, mendasar­kannya pada kenyataan bahwa dalam surat-surat Paulus, ada cerita-cerita / pengalaman-pengalaman Paulus yang tidak ada dalam Kisah Rasul (Misalnya: Tit 1:5 Tit 3:12 1Tim 1:3 2Tim 4:13,20). Ini menyebabkan mereka mengambil kesim-pulan bahwa Paulus akhirnya dibebaskan dari penjara Roma, dan Paulus lalu melakukan perjalanan misionaris yang ke 4, dimana ia mengalami hal-hal tersebut, dan bahkan mengunjungi Filipi lagi!

Penutup:

Kalau saudara menghadapi persimpangan jalan, di dalam saudara memilih, saudara harus melakukan 2 hal ini:

· percaya bahwa Allah akan mengatur bahwa yang terbaiklah yang akan terjadi.

· menentukan pilihan saudara bukan berdasarkan kesenangan / keuntungan pribadi, tetapi berdasarkan keuntungan Kristus / Kerajaan Allah / Gereja.

Maukah saudara melakukan itu?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: