Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 1:27-30

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 3:05 am

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 1:27-30

I) Keinginan Paulus.

Keinginan Paulus terlihat dalam ay 27 yang berbunyi: ‘Hanya, hendak­lah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus’.

· Kata-kata ‘hendaklah hidupmu’, dalam bahasa Yunaninya adalah PO­LITEUESTHE, yang berasal dari kata POLITEUO, yang sebetulnya ber- arti ‘to live as a citizen’ (= hidup sebagai warga negara). Bandingkan dengan Fil 3:20 dimana kata Yunani POLITEUMA (kata benda­nya), diterjemahkan ‘kewargaan’.

· Berdasarkan arti dari kata bahasa Yunaninya, maka William Barclay menterjemahkan ay 27 itu sebagai berikut: ‘live a life that is worthy of a citizen of the Kingdom and of the gospel of Christ’ (= hiduplah dalam suatu kehidupan yang layak sebagai seorang warganegara Kerajaan dan Injil Kristus).

Jadi, ayat itu sebetulnya menyuruh untuk menyesuaikan hidup kita dengan:

a) Status kita sebagai warga negara Kerajaan Surga

b) Injil Kristus

Dua hal ini sebetulnya tidak terlalu berbeda, karena hidup sebagai warga negara berarti mentaati hukum-hukum dari negara, atau Firman Tuhan.

· Jadi, Paulus menginginkan supaya kita bukan sekedar mengaku atau membanggakan diri sebagai warga negara Kerajaan Surga, tetapi supaya kita hidup sesuai dengan pengakuan kita itu, yaitu hidup sesuai Firman Tuhan!

· Kata ‘hanya’ pada permulaan ay 27 memberikan suatu penekanan. Kata itu bisa diterjemahkan ‘above all / at all costs’ (= di atas sega­la-galanya / berapapun ongkosnya). Jadi, kata ini menekankan bahwa kita harus berusaha mati-matian untuk hidup sebagai warga negara Kerajaan Surga.

· Penerapan:

Sadarkah saudara bahwa saudara adalah warga negara Kerajaan Surga? Coba renungkan hidup saudara! Apakah saudara sudah hidup sesuai dengan status saudara itu? Kalau ketaatan pada Firman Tuhan menyebabkan saudara harus menderita kerugian, maukah saudara tetap taat pada Firman Tuhan dan hidup sebagai warga negara surga yang baik? Setiap kali saudara mau berbuat sesuatu apapun, ingatlah akan status saudara itu, dan renungkan dulu apakah perbuatan yang akan saudara lakukan itu sesuai dengan status saudara! Ini bisa mencegah saudara dari banyak dosa!

II) Hidup sebagai warga negara kerajaan surga.

Sebetulnya ini mencakup seluruh aspek / segi dalam hidup kita: pekerjaan / study, pergaulan, hobby, hati / pikiran, kata-kata, tingkah laku, etika, cara berpakaian, dsb.

Tetapi disini hanya beberapa hal yang ditekankan oleh Paulus, yaitu:

1) Teguh berdiri (ay 27).

Ia tidak menginginkan kita menjadi orang yang terus menerus ragu-ragu dan terombang-ambing oleh bermacam-macam ajaran yang salah / sesat. Ia ingin kita berdiri dengan teguh!

Hal ini hanya bisa terjadi melalui pengajaran Firman Tuhan (Ef 4:11-15). Karena itu, banyaklah belajar Firman Tuhan, mela­lui:

· Saat teduh / baca Kitab Suci di rumah setiap hari.

· Khotbah-khotbah dalam Kebaktian.

· Pemahaman Alkitab, buku-buku rohani, dsb.

Bagi saudara yang masih baru, berusahalah untuk maju sehingga bisa mendengar Firman Tuhan yang sukar / berat dan panjang, dan jangan hanya mencari khotbah-khotbah yang lucu dan penuh dengan lelucon / dongeng / kesaksian. Bagi saudara yang sudah banyak mengerti Firman Tuhan, bertekunlah untuk menambah pengetahuan saudara sedikit demi sedikit!

Penerapan:

Apakah saudara adalah orang yang teguh dalam iman saudara? Kalau tidak, saudara tidak hidup sebagai warga negara surga yang baik! Maukah saudara meneguhkan iman saudara dengan cara banyak belajar Firman Tuhan?

2) Kesatuan (ay 27).

Kesatuan merupakan salah satu hal yang ditekankan oleh Paulus dalam surat Filipi (bdk. Fil 2:2-3 4:2).

Ay 27 ini secara hurufiah berbunyi: ‘you stand in one spirit with one soul’ (= kamu berdiri dalam satu roh dengan satu jiwa).

Sekalipun Calvin adalah seorang Dichotomist (orang yang percaya bahwa manusia hanya terdiri dari 2 bagian, karena ia percaya bahwa jiwa dan roh menunjuk pada satu hal yang sama), tetapi ia berkata bahwa kalau kata ‘spirit / roh’ dan kata ‘soul / jiwa’ muncul bersama-sama, maka kata ‘spirit / roh’ menunjuk pada ‘penger­tian’, sedangkan kata ‘soul / jiwa’ menunjuk pada ‘kehendak / hati’.

Perhatikan bahwa dalam terjemahan hurufiah dari ay 27 di atas, kata-kata ‘one spirit / satu roh’ mendahului kata-kata ‘one soul / satu jiwa’. Ini menunjukkan bahwa kesatuan pengertian harus dicapai dulu, baru kesatuan hati / kehendak bisa terjadi!

Untuk bisa mencapai kesatuan pengertian, maka pengajaran suatu gereja harus didominasi oleh satu orang yang memang mampu memberikan pengajaran dengan baik. Suatu gereja / persekutuan yang menggunakan banyak pengkhotbah (yang tentunya mempunyai ajaran yang berbeda satu sama lain) secara bergiliran, tidak mungkin mempunyai jemaat yang bersatu dalam pengertian, karena setiap jemaat akan mempunyai pengertian menurut pengkhotbah favoritnya masing-masing.

Penerapan:

Apakah saudara mempunyai satu pengertian / hati dengan orang-orang lain dalam gereja saudara? Kalau tidak, cobalah memeriksa diri saudara sendiri dengan banyak berdoa / minta petunjuk Tuhan dan merenungkan Firman Tuhan, supaya saudara sadar siapa yang bersalah dalam ketidak-sepakatan antara saudara dengan orang-orang lain dalam gereja saudara. Kalau memang saudara yang benar, pertahankanlah pandangan saudara; tetapi kalau saudara yang salah, bertobatlah dan bersatu-hatilah dengan orang-orang yang lain dalam gereja saudara. Dengan demikian saudara menjadi warga negara surga yang baik!

3) Berjuang (ay 27b).

a) Berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil (ay 27).

Kata-kata yang digaris-bawahi ini sebetulnya salah terjemahan. Terjemahan seharusnya adalah: ‘faith of the gospel’ (NIV/NASB), artinya ‘iman dari Injil’.

Arti dari kata ‘iman’ di sini adalah ‘ajaran’ (bdk. Gal 1:23 Yudas 3). Jadi, artinya adalah: kita harus berjuang untuk ajaran Injil.

Hal ini bisa dilakukan dengan:

· hadir dalam Kebaktian / Pemahaman Alkitab yang betul-betul memberi­takan Injil / Firman Tuhan. Kehadiran saudara berguna untuk diri saudara sen­diri, tetapi juga bisa memberikan semangat kepada jemaat yang lain.

Sebaliknya, kalau saudara menghadiri gereja-gereja yang tidak injili / tidak alkitabiah, maka saudara sebetulnya sedang berjuang untuk ajaran yang tidak injili / tidak alkitabiah! Dengan kata lain, saudara sebetulnya sedang mendukung setan!

· mendoakan gereja-gereja yang benar, baik dalam doa pribadi, maupun dalam persekutuan doa.

· memberikan persembahan untuk mendukung gereja / persekutuan yang betul-betul memberitakan Injil / Firman Tuhan.

Juga disini perlu saudara ingat bahwa kalau saudara menyumbang gereja yang brengsek, saudara sebetulnya menyumbang pada setan!

· ikut melayani, memberitakan Injil, mengajak orang lain ke gereja yang benar, menjemput orang-orang yang ingin ke gereja tetapi tidak mempunyai kendaraan, dsb.

b) Berjuang tanpa gentar pada musuh (ay 28).

Dari sini jelas bahwa kalau saudara berjuang dengan benar untuk Tuhan, saudara pasti akan mendapat musuh! Tetapi kita tidak boleh gentar terhadap musuh. Untuk ini renungkan ayat-ayat ini: Ro 8:31b Maz 34:8 2Raja-raja 6:8-17.

Penerapan:

Apakah saudara berjuang dengan benar dan berani dalam hidup saudara? Kalau tidak, saudara tidak hidup sebagai warga negara surga yang baik!

III) Tanda keselamatan / kebinasaan.

1) Bagi orang kristen, adanya musuh dan ketidakgentaran terhadap musuh adalah tanda keselamatan (ay 28).

Mengapa bisa demikian?

a) Ay 29 menunjukkan bahwa iman dan penderitaan merupakan 2 buah pemberian Allah yang ada dalam 1 paket! Kalau hanya ada iman, tapi tidak ada penderitaan, maka mungkin sekali imannya palsu. Tetapi kalau ada iman dan ada penderitaan karena Kristus, maka itu mem-buktikan keaslian iman tersebut.

Musuh yang timbul karena kita berjuang bagi Tuhan, jelas menim-bulkan penderitaan yang kita alami demi Tuhan. Karena itu hal ini membuk­tikan keaslian iman kita, dan merupakan tanda keselamatan.

b) 2Tes 1:5 mengatakan bahwa kalau kita menderita karena Kerajaan Surga / Allah, maka kita layak menjadi warga Kerajaan itu. Dan 1Pet 4:14 mengatakan bahwa kalau kita dinista karena nama Kristus (berarti juga dimusuhi, dihina, bahkan mungkin dia­niaya karena nama Kristus), maka itu membuktikan bahwa Roh Allah ada dalam diri kita. Semua ini menunjukkan bahwa adanya musuh-musuh karena kita berjuang bagi Tuhan, merupakan tanda keselamatan bagi kita.

c) Ketidakgentaran itu datang dari Allah.

Ay 28: ‘dan itu datangnya dari Allah’. Kata ‘itu’ jelas menun­juk pada ketidakgentaran orang kristen terhadap musuh. Hal ini diberikan oleh Allah kepada kita (bdk. Ro 8:15 2Tim 1:7)! Ini menunjukkan bahwa Allah menyertai kita. Karena itulah maka hal itu merupakan tanda keselamatan.

2) Bagi para musuh, ketidakgentaran orang kristen terhadap mereka meru-pakan tanda kebinasaan (ay 28).

Mengapa bisa demikian?

a) Kalau kita adalah warga Kerajaan Surga, maka jelaslah mereka yang memusuhi kita adalah warga negara Neraka!

b) Fil 3:18-19 menunjukkan bahwa musuh-musuh itu akan binasa.

c) Ketidakgentaran orang kristen menunjukkan bahwa Allah menyer­tai orang kristen, sehingga pasti tidak menyertai, tetapi sebaliknya me-nentang para musuh itu. Ini jelas adalah tanda kebinasaan bagi mereka!

Semua ini merupakan peringatan untuk orang-orang yang memusuhi, menghina, menganiaya orang kristen!

Tetapi ini sekaligus merupakan penghiburan bagi orang-orang kris­ten yang dimusuhi, dihina dan dianiaya demi Kristus!

Kesimpulan:

Ada 2 kemungkinan yang bisa saudara pilih:

1) Memusuhi gereja / orang kristen. Ini tanda bahwa saudara adalah Warga Negara Neraka.

2) Menjadi Warga Negara Surga yang baik, dengan:

· teguh berdiri

· bersatu

· berjuang tanpa gentar

Yang mana yang saudara pilih?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: