Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 2:19-3:1a

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 3:14 am


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l0:level1 lfo2 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:90.0pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l0:level1 lfo3 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:72.0pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>


/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 2:19-3:1a

Dari Mat 22:37-39 & 1Yoh 4:20-21, terlihat dengan jelas bahwa kasih kepada Allah harus diwujudkan dengan kasih / perhatian kepada sesama manusia, khususnya kepada sesama orang kristen.

Dalam bacaan hari ini kita melihat orang-orang kristen yang saling mengasihi dan memperhatikan.

I) Orang-orang kristen yang saling mengasihi.

1) Jemaat gereja Filipi:

a) Mereka mengasihi / memperhatikan Paulus.

Pada saat mereka tahu bahwa Paulus masuk penjara, maka mereka mengutus Epafroditus untuk:

· memberikan kiriman / persembahan kepada Paulus (ay 25b bdk. 4:18).

· tinggal bersama Paulus untuk sementara waktu untuk melayani Paulus. Hal ini terlihat dari ay 28 yang mengatakan bahwa Paulus mengirim Epafroditus kembali ke Filipi lebih cepat dari yang seha-rusnya.

b) Mereka mengasihi / memperhatikan Epafroditus.

Ay 26 mengatakan bahwa Epafroditus menjadi susah ketika ia tahu bahwa jemaat Filipi mendengar bahwa ia sakit. Mengapa ia jadi susah? Karena ia tahu bahwa jemaat Filipi sangat mengasihi dia, dan karena itu jemaat Filipi pasti bingung / sedih mendengar bahwa ia sakit.

Ay 28 mengatakan bahwa Paulus mengembalikan Epafroditus supaya jemaat Filipi kembali bersukacita. Jadi jelas bahwa mereka sedih karena sakitnya Epafroditus, dan ini menunjukkan kasih dan perhatian mereka kepada Epafroditus.

2) Paulus.

a) Ia mengirimkan Timotius kepada mereka (ay 19), dan ini menunjuk­kan kasih dan perhatiannya kepada mereka. Hal ini bisa terlihat dari:

· pengiriman ini ia lakukan untuk menenangkan hatinya sendiri (ay 19).

Jangan menganggap bahwa ini menunjukkan keegoisan Paulus! Sebaliknya, ketidak-tenangan / kegelisahan hatinya karena memi-kir­kan keadaan mereka, menunjukkan kasihnya kepada mereka. Dengan pengiriman itu, ia berharap bisa mengetahui keadaan jemaat Filipi, dan dengan demikian ia bisa tenang.

· pengiriman ini ia lakukan demi jemaat Filipi.

Dalam 2:12, ia mengajar mereka untuk mengerjakan keselamatan-nya sekalipun ia tidak bersama mereka. Tetapi, ia toh menganggap mereka perlu dibimbing untuk melakukan hal itu, dan karena itulah ia mengi­rimkan Timotius kepada mereka.

· Timotius adalah orang yang hebat.

Ay 20: ‘tak ada seorang padaku yang sehati dan sepikir dengan dia’.

Kata Yunani yang diterjemahkan ‘sehati dan sepikir’ adalah ISOPSUKHON, yang secara hurufiah berarti ‘of equal soul’ (= dari jiwa yang sama).

Ada 2 penafsiran tentang bagian ini:

* Kata ini digunakan untuk membandingkan Timotius dengan Paulus sendiri. Kalau ini benar, maka artinya adalah: tidak ada orang yang begitu sejiwa dengan Paulus seperti Timotius.

* Kata ini digunakan untuk membandingkan Timotius dengan orang-orang lain di sekitar Paulus. Kalau ini yang benar, maka artinya adalah: di sekitar Paulus tidak ada orang yang bisa menyamai Timotius.

NIV: ‘I have no one else like him, who …’ (= aku tak mem­punyai seorang lain yang seperti dia, yang …).

Yang manapun yang benar dari 2 penafsiran ini, tetap menunjuk­kan bahwa Timotius adalah orang yang hebat!

Disamping itu, Timotius juga adalah orang yang dekat sekali dengan Paulus. Karena itu, jelas bahwa Timotius sangat dibutuh­kan oleh Paulus sendiri. Tapi, Paulus toh mau mengirimkannya kepada jemaat Filipi, dan ini menunjukkan kasih dan perhatian­nya yang besar kepada mereka!

b) Ia mengirimkan Epafroditus kembali ke Filipi, dan ini menunjuk­kan kasih dan perhatian Paulus kepada Epafroditus dan jemaat Filipi.

· Epafroditus yang diutus oleh gereja Filipi untuk melayani Paulus, ternyata menjadi sakit (ay 26-27).

Kalau Epafroditus, yang adalah orang kristen yang hebat itu, bisa sakit, bahkan sakit berat dan hampir mati, maka jelas tidak ada alasan untuk beranggapan bahwa orang kristen tidak boleh sakit, atau harus sembuh dari segala penyakit!

· Akhirnya Epafroditus sembuh karena belas kasihan Allah (ay 27).

Perhatikan bahwa:

* Tidak dikatakan bahwa Paulus melakukan mujijat untuk menyem­buhkan Epafroditus! Jelas bahwa Paulus sekalipun (sekalipun ia jelas mempunyai karunia kesembuhan) tidak bisa menyembuhkan orang kalau itu tidak dikehendaki oleh Tuhan.

* Sekalipun dalam 1:21 Paulus mengatakan bahwa ‘mati adalah keuntungan’, tetapi ia tetap menganggap penyembuhan Epafro-di­tus sebagai belas kasihan Allah, dan ia bersukacita atas penyembuhan Epafroditus (ay 27)! Jadi, sekalipun bagi orang kristen kematian adalah pintu gerbang surga, tetapi hidup tetap merupakan suatu karunia dari Allah, untuk mana kita harus selalu bersyukur!

· Jemaat Filipi mendengar tentang sakitnya Epafroditus, tetapi mereka tidak tahu tentang kesembuhannya. Ini menyebabkan mereka jadi susah / bingung (ay 26,28). Epafroditus sendiri juga menjadi susah (ay 26) ketika ia tahu bahwa jemaat Filipi mende-ngar bahwa ia jatuh sakit.

· Demi jemaat Filipi, dan demi Epafroditus (supaya mereka bersuka-cita kembali), maka sekalipun Paulus sendiri membutuh­kan Epafro-ditus, ia tetap mengirimkan Epafroditus kembali ke Filipi.

· Rupa-rupanya Paulus juga menitipkan surat Filipi ini pada Epafro-ditus untuk disampaikan kepada jemaat Filipi. Dalam surat Filipi ini mereka bisa membaca:

* bahwa Epafroditus memang dikirim kembali oleh Paulus sebe­lum waktunya (ay 28). Ini penting supaya mereka tidak berang­gapan bahwa Epafroditus tidak menyelesaikan tugasnya. Dari sini terlihat bahwa Paulus sangat memperhatikan jemaat Filipi maupun Epafroditus, sehingga ia berusaha melakukan sesuatu untuk menghindarkan kesalahpahaman di antara mereka.

* bahwa Paulus menghendaki supaya mereka menyambut dan meng­hormati Epafroditus (ay 29-30). Ini lagi-lagi menunjukkan perhatian Paulus terhadap Epafroditus.

Penerapan:

Perhatikan bahwa Paulus menginginkan seseorang dihormati, bukan karena kekayaan, kepandaian, jabatan, kepopuleran yang ia miliki, tetapi karena pelayanannya yang mati-matian (ay 29-30 bdk. 1Tim 5:17). Apakah saudara menghor­mati orang juga berdasarkan hal yang sama?

* tentang nasehat Paulus supaya mereka tetap bersukacita dalam keadaan apapun (3:1a). Nasehat ini juga menunjukkan perhatian dan kasih Paulus kepada jemaat Filipi.

3) Timotius.

a) Ia memperhatikan jemaat Filipi (ay 20b).

b) Ia memperhatikan dan melayani Paulus (ay 22).

Timotius mau disuruh-suruh oleh Paulus:

· ke Tesalonika (1Tes 3:2,6).

· ke Korintus (1Kor 4:17 & 16:10-11).

· ke Filipi (Fil 2:19).

Ini menunjukkan:

¨ kerendahan hati Timotius yang mau menjadi orang kedua / pesuruh sekalipun, asal bisa melayani Tuhan.

William Barclay:

“He is the patron saint of all who are quite content with the second place, so long as they can serve” [= ia adalah orang suci pelindung (?) dari semua orang yang cukup puas dengan tempat kedua, asal mereka bisa melayani].

Penerapan: apakah saudara mau melayani di tempat kedua?

¨ perhatian dan kasih Ti­motius terhadap Paulus.

4) Epafroditus.

a) Ia memperhatikan gereja Filipi (ay 26).

b) Ia memperhatikan dan melayani Paulus (ay 25b,30).

Catatan:

Dari ay 30 terlihat bahwa rupa-rupanya sakit yang diderita oleh Epa-froditus dalam ay 26-27 disebabkan karena ia melayani Paulus / Tu-han secara mati-matian. Ia adalah orang yang rela berkorban / mati demi pelayanan. Bagaimana dengan saudara? (bdk. Mat 10:39 & 16:25).

II) Orang-orang kristen yang egois:

Tadi kita sudah melihat bahwa text Kitab Suci ini dipenuhi dengan orang-orang Kristen yang saling mengasihi dan saling memperhatikan satu dengan yang lain.

Tetapi, ditengah-tengah bacaan ini, kita melihat adanya sekelompok orang kristen yang menodai semua keindahan itu! Perhatikan orang-orang itu dalam ay 21!

1) ‘Semuanya’ (ay 21).

a) Perhatikan bahwa Paulus tidak menyebut nama orang-orang itu. Ia tidak mau menjelek-jelekkan orang!

Kalau dalam 2Tim 4:10,14 ia mengatakan sesuatu yang jelek ten­tang seseorang dengan menyebutkan nama mereka, maka pasti ada alasan / tujuan tertentu untuk itu!

b) Mereka ini adalah orang-orang yang bersama Paulus di Roma, yaitu orang-orang kristen Roma.

c) Bandingkan dengan Fil 1:15,17. Mungkin sekali orang-orang ini termasuk dalam kata ‘semuanya’ dalam ay 21 ini!

2) ‘memperhatikan kepentingan sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus’ (ay 21).

a) Mungkin dikatakan demikian karena mereka tidak mau diutus ke Filipi.

b) Mereka adalah orang kristen, tetapi toh mereka mencari kepentingan diri sendiri. Ini memang tidak berarti bahwa mereka selalu / setiap saat hanya mencari kepentingan sendiri, dan tidak pernah mempedulikan kepentingan Kristus. Kalau demikian, maka mereka pasti bukan orang kristen! Yang dimaksud adalah: pada umumnya, mereka lebih mementingkan diri mereka sendiri dari pada Kristus. Bagi mereka, yang paling utama adalah: diri mereka, keluarga mereka, pekerjaan mereka, kenyamanan hidup mereka dsb. Sedangkan Tuhan / gereja / pelayanan merupakan hal yang sekunder, atau sekedar sebagai pelengkap dalam hidup mereka! Tetapi, ini jelas hidup kristen yang salah! Dalam 1Kor 10:31 dikatakan bahwa seluruh hidup kita harus ditujukan untuk kemuliaan Tuhan. Jadi, sebetulnya Tuhan / gereja / pelayanan harus menjadi hal yang utama / primer dalam hidup kita, sedangkan diri kita, keluarga kita, pekerjaan kita, kenyamanan kita dsb adalah hal yang sekunder!

Seseorang mengatakan:

“Forget yourself if you would serve God” (= lupakan dirimu sendiri, kalau engkau mau melayani Allah).

Penutup:

Firman Tuhan hari ini menunjukkan dua golongan orang kristen. Golongan pertama, adalah orang kristen yang saling mengasihi dan memperhatikan, dan yang mati bagi dirinya sendiri. Golongan kedua adalah orang kris­ten yang egois, yang hidup bagi dirinya sendiri.

Saudara mau menjadi orang kristen yang mana?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: