Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 3:17-4:1

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 3:28 am

FILIPI 3:17-4:1

Pendahuluan:

Banyak orang beranggapan bahwa kekristenan hanya mempersoalkan 2 hal saja, yaitu:

· apa yang harus kita lakukan dalam hidup kita.

· apa yang harus kita hindarkan / buang dari hidup kita.

Dalam bacaan hari ini, kita melihat bahwa Paulus memang mempersoalkan 2 hal tersebut. Tetapi, selain mempersoalkan 2 hal tersebut, Paulus juga memper­soalkan hal yang lain.

Kita akan lebih dulu meninjau 2 hal tsb, dan setelah itu kita akan meninjau hal yang lain itu.

I) Hal-hal yang harus dilakukan:

1) Mengikuti teladan Paulus (3:17).

Ay 17: ‘ikutilah teladanku’

NIV: ‘join with others in following my example’ (= bergabunglah dengan yang lain dalam mengikuti teladanku).

Salah satu tujuan Kitab Suci mencatat kehidupan dari orang-orang yang saleh / beriman adalah supaya kehidupan mereka yang baik bisa kita tiru.

Penerapan:

Apakah saudara selalu berusaha menyesuaikan kehidupan saudara dengan kehidupan yang baik dari tokoh-tokoh dalam Kitab Suci? Atau saudara tidak menirunya dengan alasan bahwa mereka hidup pada jaman yang berbeda dengan saudara?

Disini, Paulus menyuruh orang Filipi untuk mengikuti teladannya, tetapi sebelum ini, yaitu dalam Fil 2:5 dst, ia sudah lebih dulu menyuruh mereka untuk mengikuti teladan Kristus. Jadi, jelaslah bahwa teladan yang tertinggi dan yang sebenarnya adalah Kristus! Paulus boleh kita jadikan teladan, karena ia mengikuti Kristus (1Kor 11:1).

Seorang mengatakan:

“In us – without Christ – there is nothing good to imitate; only what is in us of Christ is worth imitating” (= di dalam kita – tanpa / terpisah dari Kristus – tidak ada sesuatu yang baik untuk ditiru; hanya apa yang ada dalam kita yang dari Kristus yang layak ditiru).

Ini menunjukkan bahwa manusia memang betul-betul sudah begitu bejad sehingga dalam diri manusia, terpisah dari kasih karunia dan pekerjaan Allah, sedikitpun tak ada sesuatu yang baik (bdk. Ro 7:18-19). Hanya karena adanya kasih karunia dan pekerjaan Allah di dalam diri manusia itu, maka barulah ia bisa menjadi baik bahkan bisa menjadi suatu teladan bagi orang lain.

Penerapan:

Kalau saudara melihat ada sesuatu yang baik dalam diri saudara, apakah saudara menyadari bahwa itu semua adalah hasil pekerjaan Allah? Atau dengan sombong saudara menganggap bahwa diri saudara memang baik / ada baiknya?

2) Berdiri teguh dalam Tuhan (4:1).

Ada 2 hal yang bisa kita perhatikan dari Fil 4:1 ini:

a) Cara Paulus menyebut orang Filipi.

Ia menyebut mereka:

· saudara-saudaraku yang kukasihi dan kurindukan.

· sukacitaku.

· mahkotaku.

· saudara-saudaraku yang kekasih.

Ini jelas menunjukkan bahwa Paulus sangat mengasihi dan menghar­gai orang Filipi.

Penerapan:

Bagaimana sikap hati saudara terhadap sesama saudara seiman sau-dara? Apakah saudara mengasihi mereka? Apakah saudara menghar-gai mereka? Atau saudara bersikap acuh tak acuh terhadap mereka?

b) Paulus menyuruh mereka berdiri teguh dalam Tuhan.

Secara tidak langsung, ini menunjukkan bahwa kalau seseorang ada di dalam Kristus, maka pasti ada banyak serangan / tekanan (dari setan) yang ditujukan untuk menjatuhkan dia! Tetapi kita tidak boleh menyerah terhadap serangan dan tekanan itu. Sebaliknya, kita harus berdiri teguh!

Ada banyak hal yang harus kita lakukan kalau kita mau berdiri teguh:

· terus belajar Firman Tuhan dengan tekun.

Jangan pernah berpikir bahwa saudara sudah cukup banyak belajar / mengerti Firman Tuhan! Itu sama bodohnya dengan mengambil keputusan untuk berhenti makan (untuk selama-lamanya), karena saudara merasa sudah cukup banyak makan dalam hidup saudara!

· banyak berdoa (Mat 26:41).

Tidak berdoanya murid-murid (Mat 26:40,43) menyebabkan mere-ka tidak bisa berdiri teguh, tetapi justru jatuh (Mat 26:56,69-75).

Berapa banyak waktu yang saudara gunakan dalam sehari untuk berdoa?

· mengambil keputusan / bertekad untuk terus ikut Tuhan dengan sungguh-sungguh, bagaimanapun beratnya!

Maukah saudara melakukan hal-hal ini?

II) Hal-hal yang harus dihindarkan (ay 18-19):

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari ay 18-19:

1) Ini merupakan peringatan ulangan (ay 18a).

Ini menunjukkan bahwa hamba Tuhan tidak boleh bosan dalam memper-ingatkan jemaatnya, dan tidak boleh bosan dalam mengulang suatu ajaran yang dianggap penting!

Tetapi, ini juga menunjukkan bahwa jemaat juga tidak boleh bosan pada waktu diperingatkan atau pada waktu mendengar sesuatu yang sudah pernah mereka dengar.

2) Paulus menyatakan hal ini sambil menangis (ay 18b).

Mengapa Paulus sedih?

a) Karena orang-orang itu hidup di dalam dosa (ay 18c,19 bdk. Maz 119:136 Yer 13:17).

Orang kristen, apalagi hamba Tuhan yang sejati, harus sedih kalau mendengar adanya orang kristen (kristen KTP sekalipun) yang hidup di dalam dosa! Bagaimana dengan saudara?

b) Karena orang-orang yang hidup di dalam dosa itu banyak jumlahnya (ay 18c).

c) Karena kesudahan / akhir dari orang-orang itu adalah kebinasaan (ay 19a).

Penerapan:

Kita seringkali tidak sedih, melainkan iri hati melihat kehidupan orang-orang yang bejad, karena kita menyoroti kehidupan mereka secara jasmani. Belajarlah untuk menyoroti kehidupan mereka secara rohani, khususnya kesudahan hidup mereka! Ini akan membuang semua iri hati dan bahkan membuat saudara sedih / prihatin atas nasib mereka!

d) Karena Paulus mengasihi mereka.

Kita sering bersikap acuh tak acuh, bahkan menjadi jengkel / benci kepada orang-orang itu, karena kita kurang / tidak mempunyai kasih! Berdoalah minta Tuhan menyucikan diri saudara dan mengubahkan saudara sehingga saudara mempunyai kasih seperti kasih Paulus.

3) Paulus menyatakan tentang adanya orang-orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus (ay 18c).

a) Ada macam-macam pandangan tentang siapa mereka ini:

· ada yang menganggap bahwa orang-orang ini ada di Roma (bdk. Ro 16:18). Ada juga yang menganggap bahwa orang-orang itu ada di Filipi (gereja bagus bisa saja tetap ada orang-orang breng­seknya!).

· ada yang menganggap bahwa mereka adalah orang-orang yang sama dengan orang-orang yang pro Yudaisme, yang diserang oleh Paulus dalam Fil 3:2 dst. Tetapi ada juga yang menganggap bahwa mereka berbeda dengan orang-orang itu.

b) Kata-kata ‘hidup sebagai seteru salib Kristus’ juga ditafsirkan berma-cam-macam:

· mereka menentang Injil, karena mereka memberitakan hukum Taurat / keselamatan karena perbuatan baik.

· mereka menolak untuk memikul salib, menyangkal diri, berkorban bagi Kristus dsb.

Ini arti yang diterima oleh mayoritas penaf­sir.

Calvin menambahkan bahwa mereka ini bukan orang yang secara terang-terangan menolak Injil / Kristus. Sebaliknya, mereka pura-pura menjadi teman, tetapi sebetulnya mereka adalah musuh terbesar dari Injil.

“And unquestionably persons of this sort, who weaken the influence of the ministry by seeking their own interests, sometimes do more injury than if they openly op­posed Christ” (= dan tidak perlu diragukan bahwa orang-orang seperti ini, yang melemahkan pengaruh pelayanan dengan mencari kesenangan mereka sendiri, kadang-kadang lebih merugikan dari pada kalau mereka terang-terangan menentang Kristus).

c) Kehidupan orang-orang itu:

· mereka tak mau menyangkal diri / memikul salib (ini diambil dari kata-kata ‘hidup sebagai seteru salib Kristus’ dalam ay 18c).

· ‘Tuhan mereka ialah perut mereka’ (ay 19b).

NIV: ‘their god is their stomach’ (= allah mereka ialah perut mereka).

Jadi, dalam hidup mereka, makan adalah prioritas tertinggi. Mereka hidup untuk makan! Bandingkan dengan 1Kor 10:31 yang mengatakan bahwa makan dan minumpun harus kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan!

· ‘kemuliaan mereka ialah aib mereka’ (ay 19c).

Artinya: mereka membanggakan hal-hal yang justru seharusnya membuat mereka malu.

Penerapan:

Pada jaman ini juga ada banyak orang seperti itu. Perzinahan dan cara yang tidak halal untuk mendapat untung adalah dosa, dan seharusnya membuat orang yang melaku­kannya menjadi malu. Tetapi toh ada banyak orang yang bisa menceritakan pengalamannya dalam hal-hal seperti itu dengan bangga!

Dan orang yang bangga karena hal-hal yang memalukan, sering-ka­li malu karena hal yang seharusnya membanggakan. Misalnya: malu untuk memberitakan Injil / sharing, malu untuk melayani Tuhan, malu untuk berdoa di depan umum dsb.

Renungkanlah: apakah saudara mempunyai standard yang benar (sesuai dengan Firman Tuhan) tentang apa yang memalukan dan apa yang membanggakan?

· ‘pikiran mereka semata-mata tertuju pada perkara duniawi’ (ay 19d bdk. Yak 4:4 & 1Yoh 2:15).

Penerapan:

Cobalah renungkan, dalam seminggu berapa banyak waktu dimana pikiran saudara tertuju pada hal-hal duniawi, dan berapa banyak waktu dimana pikiran saudara tertuju pada hal-hal yang rohani?

d) Kesudahan mereka adalah kebinasaan (ay 19a).

Sekalipun mereka ada di dalam gereja, tetapi mereka ada di luar Kristus, dan karena itu kesudahan mereka adalah kebinasaan! Gereja, baptisan dsb, memang tidak bisa menyelamatkan siapapun! Hanya Kristus yang bisa! Karena itu pastikanlah bahwa saudara betul-betul ada di dalam Kristus, dan bukan sekedar di dalam gereja!

Paulus menyatakan tentang orang-orang ini, supaya jemaat Filipi (dan juga kita) tidak meniru kehidupan orang-orang itu.

Jadi, dalam gereja ada orang-orang yang harus ditiru (ay 17), tetapi juga ada banyak yang harus dihindari / tidak boleh ditiru (ay 18-19).

Paulus sudah berbicara tentang:

1) Hal-hal yang harus dilakukan.

2) Hal-hal yang harus dihindarkan.

Tetapi ternyata Paulus tidak berhenti disini! Jadi, tidak cukup baginya hanya berbicara tentang kedua hal itu. Ia juga membicarakan hal yang ke 3!

III) Hal yang harus disadari / diingat

Dalam ay 20 Paulus mengatakan bahwa ‘kewargaan kita adalah di dalam surga’. Dengan kata lain, kita adalah Warga Negara Surga.

Ini bukanlah sesuatu yang harus dilakukan, dan juga bukan sesuatu yang harus dihindari! Ini adalah sesuatu yang harus diingat / disadari.

Kesadaran tentang hal ini adalah sesuatu yang sangat penting, karena ini mendasari, bahkan mengarahkan kehidupan dan tindakan kita.

Karena itu, yang saya maksudkan dengan ‘menyadari’ bukanlah seke­dar ‘mengerti’! Kita memang perlu mengerti, tetapi lebih dari itu kita harus selalu menyadari dan mengingat hal itu, sedemikian rupa sehingga hal itu betul-betul mendasari / mengarahkan hidup kita.

Dalam bacaan Kitab Suci kita hari ini, kita melihat bahwa kesadaran bahwa kita adalah Warga Negara Surga, menyebabkan:

1) Kita tak akan hidup seperti orang-orang dalam ay 18-19.

Kata-kata ‘di dalam surga’ (ay 20) sengaja dikontraskan dengan kata ‘duniawi’ (ay 19). Pengkontrasan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa kalau kita memang adalah warga negara surga, maka tentu tidak pantas bagi kita untuk hidup dengan pikiran yang terus tertuju pada perkara duniawi.

2) Kita akan menantikan kedatangan Kristus yang ke dua kalinya (ay 20b bdk. 1Tes 1:10 Tit 2:13).

Pada saat membicarakan hal ini, Paulus lalu membicarakan 2 hal:

a) Ia berkata bahwa kita menantikan Kristus sebagai Juruselamat (ay 20b).

Ini aneh! Mengapa ia tidak berkata bahwa kita menantikan Kris­tus sebagai Hakim? Jelas bahwa Kristus memang akan datang kedua kalinya sebagai Hakim, tetapi Paulus mengatakan bahwa kita menantikan Kristus sebagai Juruselamat, karena ia berbi­cara kepada orang kristen. Sekalipun kita juga akan menghadap tahta pengadilan Kristus (2Kor 5:10), tetapi kita tidak mung­kin dihukum (Ro 8:1). Yang kita terima saat itu adalah penyem­purnaan keselamatan.

b) Saat itu tubuh kita akan diubah menjadi seperti tubuh Kristus yang mulia (ay 21).

Hal ini dimungkinkan karena kemahakuasaan Kristus (ay 21b).

Kesadaran kita tentang kedua hal ini menyebabkan kita makin rindu menantikan kedatangan Kristus yang kedua kalinya!

Penerapan:

Apakah saudara rindu menantikan kedatangan Kristus yang kedua kalinya? Atau saudara berharap hal itu tidak cepat-cepat terjadi karena saudara masih cinta dunia dan masih krasan hidup di dunia? Kalau saudara menyadari bahwa saudara adalah warga negara surga, dan saudara menyadari bahwa Kristus adalah Raja Kerajaan Surga, maka saudara pasti merindukan kedatanganNya yang kedua kalinya.

Penutup:

Ada banyak hal-hal lain yang harus selalu disadari / diingat supaya semua itu bisa mengarahkan / mendasari hidup kita, seperti:

· Allah itu maha suci.

Kesadaran akan hal ini menyebabkan kita membuang dosa / berusaha hidup suci, dan juga membuat kita menganggap doa pengakuan dosa sebagai sesuatu yang penting.

Ada banyak gereja yang dalam liturgi kebaktiannya tidak mempunyai doa pengakuan dosa. Ini jelas merupakan gereja yang tidak menyadari akan keberdosaan dirinya sendiri maupun kesucian Allah!

· Allah itu berdaulat & segala sesuatu ada dalam kontrolNya.

Kesadaran akan hal ini membuat kita hidup dalam damai dan sukacita, bebas dari kekuatiran dan ketakutan.

· Kita adalah manusia yang lemah dan condong kepada dosa

Kesadaran akan hal ini menyebabkan kita rendah hati, tidak bersandar kepada diri kita sendiri, tetapi bersandar kepada Allah dengan banyak berdoa.

· Musuh kita bukanlah manusia, tetapi setan.

Kesadaran akan hal ini membuat kita tidak membenci sesama manusia yang merugikan kita / menyakiti hati kita.

· Kesatuan kita sebagai tubuh Kristus.

Kesadaran akan hal ini membuat kita mau bersekutu dengan saudara seiman, mengasihi saudara seiman, tidak bersikap acuh tak acuh terhadap sesama saudara seiman, dan tidak mengabaikan saudara seiman yang menderita ataupun yang jatuh ke dalam dosa.

Dari semua ini jelaslah bahwa pada waktu kita membaca / mendengar / belajar Firman Tuhan, kita tidak cukup hanya memperhatikan apa yang diperintahkan oleh Tuhan dan apa yang dilarang oleh Tuhan! Ada banyak hal lain, yang merupakan pengertian, yang harus kita renungkan supaya bisa kita sadari / ingat senantiasa, sehingga bisa mengarahkan / mendasari hidup kita.

Maukah saudara melakukannya?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: