Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 3:1b-16

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 3:18 am


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Tms Rmn”; panose-1:2 2 6 3 4 5 5 2 3 4; mso-font-alt:”Times New Roman”; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; mso-layout-grid-align:none; punctuation-wrap:simple; text-autospace:none; font-size:10.0pt; font-family:”Tms Rmn”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:21.0cm 842.0pt; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:-2; mso-list-type:simple; mso-list-template-ids:-1753725100;} @list l0:level1 {mso-level-start-at:0; mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:*; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:0cm; text-indent:0cm;} @list l0:level1 lfo1 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l0:level1 lfo2 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:18.0pt; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:90.0pt; text-indent:-18.0pt; font-family:Symbol;} @list l0:level1 lfo3 {mso-level-start-at:1; mso-level-numbering:continue; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; mso-level-legacy:yes; mso-level-legacy-indent:14.4pt; mso-level-legacy-space:0cm; margin-left:54.0pt; text-indent:-14.4pt; font-family:Symbol;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

FILIPI 3:1b-16

I) Paulus memberi peringatan:

1) Ini adalah peringatan ulangan.

Bahwa ini merupakan peringatan ulangan, bisa terlihat dari ay 1b yang mengatakan ‘menuliskan hal ini lagi‘.

Ada 2 kemungkinan:

· ada surat Paulus yang lain kepada jemaat Filipi, tetapi yang tidak pernah kita temukan dan tidak termasuk dalam Kitab Suci. Di sanalah Paulus memberikan peringatan yang pertama, dan sekarang ia meng-ulangi peringatan itu.

· Paulus memberikan peringatan yang pertama, pada saat ia berada di Filipi, dan sekarang ia mengulangi peringatan itu.

Tidak jelas yang mana yang benar dari 2 kemungkinan ini, tetapi yang jelas adalah bahwa Paulus mengulang sesuatu yang sudah pernah ia ajarkan.

Penerapan:

· Seorang pemberita / pengajar Firman Tuhan (pendeta, penginjil, dosen sekolah theologia, pengkhotbah awam, guru sekolah minggu, guru agama), tidak boleh bosan untuk mengulangi hal-hal tertentu di dalam ia mengajar. Jangan pernah berpikir bahwa jemaat sudah mengerti dan pasti akan ingat terus apa yang pernah mereka dengar!

Catatan: Ini berbeda dengan seorang pemberita / pengajar Firman Tuhan yang terus-menerus mengajar hal-hal yang sama, karena ia tidak pernah belajar Firman Tuhan / mempersiapkan khotbahnya dengan baik!

· Jemaat juga tidak boleh bosan pada saat mendengar sesuatu yang sudah pernah didengar. Pernahkah / seringkah saudara malas men-dengar khotbah yang mengajarkan hal-hal yang sudah pernah saudara dengar?

2) Peringatan itu diberikan untuk menjaga keamanan orang Filipi

Ay 1b: ‘kepastian’. Ini salah terjemahan!

NIV / NASB: ‘it is a safeguard for you’ (= ini adalah suatu penjagaan bagi kamu).

Jadi, terlihat bahwa Paulus berjerih payah untuk menjaga keamanan (secara rohani) dari domba-dombanya, dan ia melakukan hal ini dengan mengajarkan Firman Tuhan kepada mereka!

Penerapan:

· seorang pemberita / pengajar Firman Tuhan (terutama pendeta / guru sekolah minggu), harus menjaga keamanan dombanya. Jangan men-jadi ‘seorang upahan’ yang tidak mempedulikan domba-dombanya (bdk. Yoh 10:11-13)!

· banyak pendeta yang ‘menjaga’ dombanya dengan melarang domba-nya pergi ke gereja lain (gereja yang baik sekalipun!). Ini bukan menjaga tetapi menjerat domba itu untuk dirinya sendiri! Seharus­nya pendeta menjaganya dengan mengajarkan Firman Tuhan kepadanya, sehingga ia bisa membedakan ajaran yang benar dan yang salah / sesat!

3) Isi peringatannya (ay 2-3).

Ay 2:

· ‘hati-hatilah’.

Ini ia ucapkan 3 x! Ini menunjukkan bahwa orang-orang itu sangat berbahaya, dan ini menunjukkan bahwa kita tidak pernah boleh merasa sombong / punya self confidence (= keyakinan pada diri sendiri) sekalipun kita sudah banyak mengerti Firman Tuhan! Cara berhati-hati:

* banyak berdoa minta pimpinan Tuhan

* mengecheck setiap khotbah dengan Kitab Suci

* terus belajar Firman Tuhan dengan tekun!

· ‘anjing-anjing’.

Orang-orang Yahudi selalu menyebut orang-orang non Yahudi de-ngan sebutan ‘anjing’. Tetapi sekarang Paulus mengatakan bahwa mereka sendirilah yang adalah anjing!

Sebutan ini menunjukkan bahwa orang-orang itu rendah / hina (bdk. 1Sam 24:15 2Raja-raja 8:13) dan berbahaya (bdk. Maz 22:17,21).

Perhatikanlah bahwa rasul-rasul dan nabi-nabi, bahkan Yesus sendiri, selalu bersikap sangat keras terhadap nabi-nabi palsu! (bdk. 2Yoh 10-11). Karena itu adalah sesuatu yang aneh kalau banyak orang kristen saat ini yang menghendaki supaya hamba-hamba Tuhan bersikap lunak / ramah terhadap nabi-nabi palsu!

· ‘pekerja-pekerja yang jahat’ (bdk. 2Kor 11:13).

* Kata ‘pekerja’ menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang aktif / orang yang melayani dalam gereja! Keaktifan seseorang di gereja sama sekali tidak menjamin kekristenannya ataupun kegunaannya bagi Tuhan / gereja. Orang aktif yang sesat justru sangat memba-hayakan!

* Orang-orang ini jelas berusaha taat (ini bisa diketahui karena dalam ay 2-9, Paulus jelas menentang Yudaisme yang menekan-kan ketaatan dengan tujuan supaya selamat). Tapi Paulus toh menye­but mereka sebagai orang-orang yang jahat!

Dari sini bisalah kita simpulkan bahwa kalau seseorang berusaha taat dengan tujuan supaya ia diselamatkan, maka pada hakekatnya ia sedang melakukan kejahatan!

Penerapan:

Apakah saudara masih melakukan hal-hal tertentu (dibap­tis, pengakuan dosa, rajin ke gereja, berusaha taat / membuang dosa dsb) dengan tujuan supaya saudara masuk surga / diselamatkan? Kalau ya, pada hakekatnya saudara sedang melakukan kejahatan!

· ‘penyunat-penyunat palsu’.

Lit: ‘look to the concision’ (= awas / hati-hatilah terhadap pemotongan).

Ada 2 tafsiran tentang bagian ini:

* Calvin menganggap bahwa kata Yunaninya berarti pemotongan / pembagian / pemecahan, dan ia lalu menganggap ini sebagai per-ingatan terhadap orang-orang yang suka memecah belah gereja.

Tapi saya menganggap tafsiran ini tidak sesuai dengan kontex yang jelas menyerang Yudaisme.

* Ini adalah suatu permainan kata untuk menyerang orang-orang Ya-hudi yang menekankan pentingnya sunat untuk keselamatan kita.

Kata ‘sunat / circumcision’ dalam bahasa Yunaninya adalah PERI-TOME, sedangkan kata ‘pemotongan / concision’ dalam bahasa Yunaninya adalah KATATOME. Jadi, dengan menyebut sunat dengan menggunakan kata Yunani yang mirip tetapi yang artinya adalah ‘pemotongan’, Paulus merendahkan para penyunat itu.

Mengapa Paulus mengingatkan terhadap penyunat-penyunat itu? Karena sunat (yang disertai kepercayaan terhadap sunat) membuat seseorang ‘lepas dari Kristus’! (bdk. Gal 5:2-6).

Ay 3:

· ‘kitalah orang-orang bersunat’.

Orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Kristus sudah disunat secara rohani (bdk. Ro 2:28-29), dan karena itu jelas tak perlu disunat lagi secara jasmani!

· ‘beribadah oleh Roh Allah’.

NIV: ‘who worship in the Spirit of God’ (= yang menyembah / beribadah di dalam Roh Allah).

Rupanya orang-orang sesat itu menekankan hal-hal lahiriah terten­tu dalam ibadah sehingga Paulus lalu mengatakan hal ini (bdk. Yoh 4:19-24 yang mengkontraskan penyembahan yang lahiriah dengan penyembahan yang rohani dan benar).

Penerapan:

Jangan menekankan hal-hal lahiriah dalam ibadah, seperti:

* berbakti harus di gedung gereja, tidak di rumah / restoran.

* kalau berdoa harus pada jam-jam / di tempat tertentu (bukit doa, dsb).

* Pendeta harus memakai toga.

· ‘bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal- hal lahiriah’.

Orang-orang itu memegahkan hal-hal lahiriah yang terpisah dari Kristus (seperti kebangsaan / keyahudian mereka, sunat, ceremoni­al law / hukum yang berhubungan dengan upacara keagamaan, ketaatan) sebagai dasar keselamatan, tetapi orang kristen hanya bermegah dalam Kristus Yesus!

Penerapan:

Apakah saudara bermegah karena hal-hal lahiriah, seperti: kekristenan dalam keluarga yang sudah puluhan generasi, gedung gereja yang megah dan besar, gereja yang banyak jemaatnya dan kaya, seragam paduan suara yang hebat, mimbar yang mahal, pendeta yang punya gelar doktor / nama besar dsb? Kalau ya, saudara tidak berbeda dengan orang-orang sesat itu!

Kesimpulan:

Ay 2 yang menggambarkan orang-orang sesat itu sangat kontras / berbeda dengan ay 3 yang menggambarkan orang kristen.

Memang kalau dilihat sepintas lalu saja, apalagi oleh mata orang yang tidak mengerti Firman Tuhan, maka orang kristen yang asli mirip dengan yang palsu, dan hamba Tuhan yang sejati mirip dengan nabi palsu. Tetapi sebetulnya mereka sangat berbeda! Ini hanya bisa saudara lihat kalau saudara banyak belajar / mengerti Firman Tuhan!

Banyaknya perbedaan ini menyebabkan orang kristen harus hati-hati!

II) Kesaksian Paulus:

1) Paulus menceritakan bahwa ia sendiri juga mempunyai hal-hal lahiriah, bahkan lebih banyak dari mereka (ay 4).

Ini ia katakan supaya orang-orang Yahudi itu tidak menganggap bahwa Paulus menyerang mereka hanya karena ia iri pada apa yang mereka punyai.

Hal-hal lahiriah yang ada pada Paulus:

· ia disunat pada hari ke 8 (ay 5).

Ini menunjukkan bahwa ia bukan seorang proselyte (= orang non Yahudi yang diyahudikan / masuk agama Yahudi), yang tentunya disunat pada saat memasuki agama Yahudi, bukan pada usia 8 hari.

· bangsa Israel (ay 5).

Ini menunjukkan bahwa ia bukan anak dari orang tua yang adalah proselyte (anak dari proselyte juga disu­nat pada usia 8 hari).

· suku Benyamin (ay 5).

Ini ia tambahkan mungkin karena suku Benyamin adalah satu-satunya suku yang setia kepada suku Yehuda pada waktu terjadi perpecahan (bdk. 1Raja-raja 12:21).

· orang Ibrani asli (ay 5).

Lit: ‘a Hebrew of Hebrews’ (= seorang Ibrani dari orang-orang Ibrani).

‘Orang Ibrani’ mempunyai arti yang berbeda-beda dalam Kitab Suci:

* Abraham disebut ‘orang Ibrani’ (Kej 14:13).

* Bangsa Israel disebut ‘orang Ibrani’ (Kel 1:15).

* Orang-orang Yahudi yang mempertahankan bahasa Ibrani disebut ‘orang Ibrani’ (Kis 6:1).

Mungkin arti ke 3 lah yang dimaksudkan oleh Paulus, karena Paulus memang bisa berbahasa Ibrani (bdk. Kis 21:40 22:2)

· tentang pendirian terhadap hukum Taurat, aku seorang Farisi (ay 5).

‘Orang Farisi’ jelas adalah orang top di dalam pandangan orang Yahudi pada saat itu!

· tentang kegiatan (seharusnya adalah zeal / semangat), aku penga­niaya jemaat / gereja (ay 6).

· tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat, aku tidak berca­cat (ay 6).

Tentu saja ini tak berarti bahwa ia sudah mentaati seluruh hukum Taurat dengan sempurna. Ini hanya penilaiannya sendiri pada saat ia masih memeluk agama Yahudi (bdk. Mat 19:20).

2) Dulu Paulus menganggap hal-hal lahiriah itu sebagai keuntungan (ay 7).

Tetapi sekarang, ia menganggapnya sebagai:

· rugi (ay 7-8).

· sampah (ay 8).

Jelas sekali bahwa Paulus mempunyai pandangan dan penilaian yang jauh berbeda antara dulu (sebelum ia jadi kristen) dan sekarang (setelah ia jadi kristen). Orang kristen memang harus mempunyai penilaian yang berbeda antara dulu dan sekarang!

Penerapan:

Apakah penilaian saudara berbeda antara dulu dan sekarang? Misalnya tentang Allah / Yesus, gereja, kitab suci, dosa, uang, kepandaian, gelar, kedudukan, kepopuleran, kebahagiaan dsb. Kalau sama sekali tak ada perubahan / perbedaan, maka jelas saudara bukan orang kristen yang sejati!

Mengapa Paulus menganggap hal-hal itu sebagai rugi / sampah?

a) Karena hal-hal itu memang bukan sekedar tak berguna. Hal-hal itu bahkan merugikan, karena menghalangi seseorang datang kepada Kristus!

b) Karena ‘pengenalan akan Yesus’ jauh lebih mulia dari pada semua itu (ay 8).

Perhatikan bahwa ia tak berkata ‘pengetahuan tentang Yesus’, tetapi ‘pengenalan akan Yesus’ (intimate / experimental knowl­edge).

Penerapan:

Apakah saudara menganggap bahwa pengenalan saudara akan Yesus lebih mulia dan lebih berharga dari apapun juga? Atau saudara tetap menganggap bahwa jabatan, uang, pekerjaan, keluarga dsb lebih berharga dari pada pengenalan akan Yesus?

3) Paulus melepaskan semua itu (ay 8-9).

· ‘melepaskan’ tak berarti bahwa sekarang ia menyangkal bahwa ia adalah orang Yahudi, membuang tanda sunat, berhenti bicara bahasa Ibrani, berhenti mentaati Tuhan dsb. Yang ia maksudkan adalah: ia berhenti mempercayai / membanggakan hal-hal itu!

· Tujuan Paulus ‘melepas semuanya’ adalah:

* memperoleh Kristus (ay 8).

Tanpa melepas, tidak mungkin kita bisa memperoleh! (bdk. Mat 13:46).

* berada dalam Dia (ay 9).

Lit: ‘be found in him’ (= ditemukan di dalam Dia).

Ini menunjukkan bahwa sebelumnya Paulus terhilang, dan ia ditemukan di dalam Kristus!

Ay 9 ini mengkontraskan ‘kebenaran karena ketaatan’ dengan ‘kebenaran karena iman’! Dua hal ini memang tidak bisa ada bersama-sama dalam diri satu orang. Kalau saudara masih percaya pada doktrin ‘keselamatan karena ketaatan’, maka saudara tidak mungkin percaya pada doktrin ‘keselamatan karena iman’, dan sebaliknya.

Renungkan! Yang mana yang saudara percayai?

III) Keinginan Paulus:

A) Untuk dirinya sendiri.

Ia tahu dirinya belum sempurna (ay 12-13). Dan karena itu, ia ingin maju (ay 12,14). Ia ingin maju dalam:

· pengenalan akan Kristus (ay 10).

Penerapan:

Apakah saudara juga punya kerinduan untuk mengenal Kristus lebih dekat lagi? Dan apakah keinginan itu saudara wujudkan dengan mau rajin datang dalam Pemahaman Alkitab, bersaat teduh dsb?

· pengenalan akan kuasa kebangkitan Kristus (ay 10).

· persekutuan dalam penderitaan Kristus (ay 10).

Rasul-rasul bisa bersukacita pada saat mereka menderita / dianiaya, karena mereka menganggap penderitaan itu sebagai suatu persekutu-an dengan Kristus! Kristus sendiri, yang adalah kepala, menderita. Maka kita, yang adalah tubuhNya, pasti juga harus menderita!

Penerapan:

Kalau saudara menderita karena Kristus (bukan karena dosa!), apakah saudara bisa bersukacita karena saudara merasakan pen­deritaan itu sebagai persekutuan dengan Kristus?

· serupa dengan Kristus dalam kematian Kristus (ay 10).

Ada yang menafsirkan bahwa bagian ini berarti: ia ingin mati disalib seperti Kristus. Tetapi ada juga yang menganggap bahwa ia ingin mati terhadap dosa seperti Kristus. Saya lebih condong pada pandangan yang ke dua.

Penerapan:

Apakah saudara juga berusaha untuk mati terhadap dosa?

Keinginan untuk maju inilah yang menyebabkan ia lalu melupakan apa yang ada di belakangnya dan mengarahkan diri pada apa yang ada di depannya, dan lari (ay 14).

B) Untuk jemaat Filipi (ay 15-16).

· kata ‘sempurna’ dalam ay 15, sekalipun menggunakan kata Yunani yang sama dengan kata ‘sempurna’ dalam ay 12, tetapi harus diterje-mahkan berbeda (kalau tidak, ay 12 dan ay 15 akan ber­tentangan!).

NIV / RSV: ay 12: ‘perfect’ (= sempurna).

ay 15: ‘mature’ (= matang).

· Dalam ay 15 ini Paulus mengajak orang Filipi untuk bersikap sama dengan dia, yaitu harus ingin maju!

Penerapan:

Bagaimana dengan saudara? Apakah saudara menginginkan supaya kerohanian saudara makin maju, atau saudara merasa bahwa keroha-nian saudara sudah cukup? Dan apakah saudara juga menginginkan kemajuan rohani orang lain, dan mendorong mereka untuk maju?

· Ay 16 (NASB): ‘however, let us keep living by that same standard to which we have attained’ (= bagaimanapun, mari kita tetap hidup de-ngan standard yang sama sampai pada apa yang sudah kita capai).

Artinya: ia mengajak mereka terus hidup dengan menggunakan standard yang sama dengan standard yang sudah mereka perguna­kan sampai saat itu. Standard yang dimaksud jelas adalah Firman Tuhan!

Penutup:

· Masihkah saudara mempercayai hal-hal lahiriah? Atau saudara betul-betul sudah percaya kepada Yesus saja?

· Kalau saudara betul-betul sudah percaya kepada Yesus, maukah saudara berusa­ha maju?

* dalam pengenalan akan Yesus?

* dalam pengenalan akan kuasa kebangkitan Yesus?

* dalam persekutuan dalam penderitaan Yesus?

* dalam kematian terhadap dosa?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: