Kumpulan Kotbah

September 25, 2008

FILIPI 4:8-9

Filed under: Filipi — semuakotbah @ 3:26 am

FILIPI 4:8-9

I) Berpikir benar (ay 8):

A) Hal-hal yang harus dimasukkan ke dalam pikiran kita:

1) Hal yang ‘benar’ (bahasa Yunani: ALETHEIA).

Kata ‘benar’ disini dikontraskan dengan:

a) Hal-hal yang khayal.

Harus dibedakan antara angan-angan, yang adalah sesuatu yang masih bisa dicapai, dengan khayalan, yang merupakan sesuatu yang tidak mungkin dicapai. Adalah baik kalau saudara mempunyai angan-angan, tetapi adalah sesuatu yang salah kalau saudara meme­nuhi pikiran saudara dengan khayalan!

b) Hal-hal yang bersifat palsu, dusta, tipu daya, munafik.

Pada saat saudara berpikir bagaimana bisa bersikap palsu / munafik, bagaimana bisa berdusta, atau bagaimana menggunakan tipu daya dalam bekerja / mencari uang, maka saudara jelas sedang melanggar ayat ini!

c) Hal-hal yang salah / tidak benar, seperti:

· kejahatan (bdk. Maz 36:5).

· pandangan / kepercayaan yang salah, yang merupakan tipuan dari setan, misalnya: uang akan memberi kebahagiaan, atau, saya tak akan bisa taat / melayani Tuhan dsb.

Karena itu, jangan biarkan hal-hal ini ada dalam pikiran saudara!

Selanjutnya, jelas sekali bahwa Firman Tuhan merupakan hal yang benar. Jadi, kalau saudara mau mengisi pikiran saudara dengan hal yang benar, isilah pikiran saudara dengan Firman Tuhan! Ini sekaligus bisa memberantas semua pikiran salah yang merupakan tipuan setan!

Penerapan:

· Apakah saudara mau berkorban, baik dalam hal waktu, tenaga, pikiran, uang dsb, untuk mendapatkan Firman Tuhan yang baik?

· Apakah saudara rajin ikut dalam Pemahaman Alkitab di gereja?

· Apakah saudara rajin dalam bersaat teduh / membaca Firman Tuhan di rumah?

· Apakah saudara mau menggunakan uang saudara untuk membeli buku rohani? Adalah sesuatu yang menyedihkan bahwa kebanyak-an orang kristen masuk ke toko buku kristen hanya untuk membeli kaset dan sticker / hiasan, bukannya membeli buku rohani!

2) Hal yang ‘mulia’.

Ini bertentangan dengan hal-hal yang vulgar (= kasar, jorok, tidak sopan, cabul). Karena itu, jangan biarkan hal-hal seperti itu bercokol dalam pikiran saudara!

3) Hal yang ‘adil’.

NIV: right (= benar, adil).

Kata bahasa Yunani yang dipakai adalah DIKAIOS, yang menunjuk pada apa yang sesuai dengan aturan / keadilan.

Kita harus adil (bukan hanya dalam tindakan kita tetapi juga dalam pikiran kita) terhadap sesama manusia kita!

Penerapan:

· boss tak boleh menindas pegawai, dan harus memberikan apa yang pantas ia dapatkan. Karena itu, sebagai boss, jangan memikirkan bagaimana bisa ‘memeras’ pegawai saudara!

· sebaliknya, pegawai juga tak boleh merugikan boss dengan datang terlambat / pulang kepagian dalam pekerjaan, bekerja dengan santai dsb. Karena itu, sebagai pegawai, janganlah memikirkan bagaimana bisa mencurangi boss saudara tanpa ketahuan!

· Jangan mengisi pikiran saudara dengan hal-hal yang tak adil, seper­ti memikirkan bagaimana bisa mendapatkan untung dengan merugi­kan sesama saudara (bdk. Amos 8:4-6!).

4) Hal yang ‘suci’.

NIV: pure (= murni).

Ini bertentangan dengan hal-hal yang najis, yang bertentangan de-ngan kesucian Allah.

Misalnya:

· memikirkan / membayangkan hal-hal yang cabul.

· memikirkan bagaimana bisa berzinah tanpa ketahuan.

5) Hal yang ‘manis’.

NIV: lovely (= bagus, elok, menyenangkan).

Kata Yunaninya berarti: hal yang menimbulkan kasih.

Penerapan:

· Kalau saudara selalu memikirkan kesalahan yang pernah dilakukan orang lain kepada saudara, maka saudara sedang melakukan hal yang justru menimbulkan kepahitan dan kebencian!

· Kalau saudara sering berpikir bagaimana bisa melabrak seseorang (ini jelas berbeda dengan menegur / mengkritik dengan kasih), atau bagaimana bisa membalas dendam kepada seseorang, maka itupun jelas akan menimbulkan kepahitan dan kebencian yang makin mendalam.

· Yang harus saudara lakukan adalah: berpikir bagaimana bisa menye­nangkan orang lain dengan benar, sehingga bisa timbul kasih yang lebih dalam antara saudara dengan orang itu!

6) Hal yang ‘sedap didengar’.

NIV: admirable (= terpuji).

Kata bahasa Yunaninya adalah EUPHEMA, yang oleh Barclay diarti­kan sebagai ‘hal-hal yang layak untuk didengar oleh Allah’.

Jadi, baik dari lidah dan bibir kita, maupun dalam hati / pikiran kita, tidak boleh terlintas kata-kata yang tidak layak didengar oleh Allah.

Penerapan:

· seringkah saudara mencaci maki seseorang, menyumpahi / mengutuki seseorang, baik melalui mulut saudara maupun hanya di dalam pikiran saudara? Ini jelas tidak layak didengar oleh Allah!

· berapa banyak saudara bersyukur kepada Tuhan dan memuji Tuhan, baik melalui mulut saudara maupun hanya di dalam pikiran saudara? Inilah hal-hal yang layak didengar oleh Allah, dan yang menyenangkan Allah!

7) Hal yang adalah ‘kebajikan’.

NIV: excellent (= baik / bagus sekali).

Barclay mengatakan bahwa kata bahasa Yunaninya memang berarti excellence (= mutu yang sangat baik), tetapi bisa ditujukan pada banyak hal seperti tanah, alat, binatang, ataupun manusia. Dan sesuatu yang baik dalam diri manusia jelas adalah virtue (= kebaikan / kebajikan).

Mengisi pikiran dengan kebaikan / kebajikan berarti kita harus mau berpikir bagaimana kita bisa berbuat baik. Kalau kita tidak mau melakukan ini, kitapun akan kehilangan banyak kesempatan untuk berbuat baik!

Penerapan:

Pernahkah saudara berpikir bagaimana bisa berbuat baik kepada suami / istri / anak saudara? Atau kepada jemaat / orang kristen yang lain?

8) Hal yang ‘patut dipuji’.

Ini tidak berarti bahwa kita memikirkan hal-hal yang mendatangkan pujian bagi kita, karena hal ini jelas dikecam dalam Mat 6:1-18!

Artinya adalah: kita harus memikirkan bagaimana bisa melakukan hal-hal yang mendatangkan kesaksian yang baik bagi kekristenan.

Misalnya:

· menolong orang miskin.

· menghibur orang yang susah.

B) Kata ‘pikirkanlah’ (ay 8) dalam bahasa Yunaninya adalah LOGIZESTHE dan kata ini ada dalam bentuk present imperative (= kata perintah dalam bentuk present / sekarang). Dalam bahasa Yunani ada 2 bentuk kata perintah. Kalau digunakan aorist imperative (= kata perintah dalam bentuk lampau) maka maksudnya memerintahkan untuk dilakukan hanya satu kali saja. Tetapi kalau digunakan present imperative menunjukkan bahwa perin­tah ini harus dilakukan terus-menerus. Dengan kata lain, kita harus menjadikan hal ini sebagai suatu kebiasaaan.

Karena itu, jangan biarkan sedetikpun pikiran saudara diisi dengan hal-hal yang jahat, tidak benar, tidak mulia dsb! Begitu saudara sadar bahwa dalam pikiran saudara sedang bercokol hal-hal yang salah / jahat dsb, segeralah minta ampun kepada Tuhan dan berusahalah untuk mem- buang pikiran jelek itu dari otak saudara dan menggantikannya dengan hal-hal yang benar dan baik!

C) Kata ‘pikir’ (ay 8) itu dalam bahasa Yunaninya sebetulnya tidak sekedar berarti ‘berpikir’, tetapi ‘berpikir / merenungkan dengan maksud untuk mendapatkan cara-cara untuk mewujudkannya’.

Jadi, kalau saudara berpikir tentang saat teduh dan kehidupan doa yang lebih baik, maka saudara juga harus memikirkan cara-cara untuk bisa mewujudkan hal itu, seperti:

1) Berusaha mendapatkan buku saat teduh yang baik, karena buku saat teduh yang jelek pasti akan menyebabkan saudara bosan bersaat teduh!

Kalau saudara tidak bisa mendapatkan buku saat teduh yang baik, maka saudara bisa bersaat teduh dengan menggunakan buku ini. Tetapi ini tentu membutuhkan waktu yang lebih lama dalam bersaat teduh.

2) Pikirkan dan tuliskan topik apa saja yang ingin saudara doakan, kare-na saudara tidak mungkin bisa banyak berdoa kalau saudara tidak punya bahan doa.

3) Jadwalkan apa yang saudara akan doakan, misalnya: hari Senin berdoa untuk keluarga; hari Selasa untuk Pendeta / Majelis; hari Rabu untuk jemaat yang lain dst. Pergantian topik doa setiap hari ini pen- ting karena doa dengan topik yang sama setiap hari mungkin sekali akan membosankan.

4) Pikirkan hal-hal yang bisa menjadi penghalang bagi saat teduh saudara, dan pikirkan juga cara mengatasinya, misalnya:

· bangun terlambat.

Ini akan menyebabkan saudara tidak bisa bersaat teduh pada pagi hari. Maka usahakanlah untuk tidak tidur terlalu malam, dan belilah sebuah wekker yang cukup keras untuk membangunkan saudara! Dan biasakanlah untuk langsung bangun setiap kali wekker berbu-nyi! Bandingkan dengan Amsal 6:9-11!

· TV.

Dengan makin banyaknya channel / saluran dalam TV, maka ini jelas harus diperhitungkan sebagai penghalang bagi banyak orang yang hobby nonton TV. Ini bisa menjadi penghalang, karena me- nyebabkan saudara tidur terlalu malam, sehingga lalu bangun terlalu siang, sehingga tidak memungkinkan bersaat teduh pada malam maupun pagi!

Maka kalau keuangan mengijinkan belilah Video yang bisa mere­kam, sehingga saudara bisa merekam acara yang terlalu malam, dan menontonnya pada saat lain. Tetapi kalau keuangan tidak mengi­jinkan, maka ada satu alat lain (yang tidak perlu saudara beli!) yang bisa saudara gunakan, yaitu tombol OFF pada TV saudara!

Belajarlah untuk tidak menjadikan TV sebagai allah lain dalam hidup saudara (bdk. Kel 20:3)!

Belajarlah untuk menguasai / mendisiplin diri saudara sendiri di dalam menonton TV, karena kalau saat ini saja saudara tidak bisa menguasai diri dalam menon-ton TV, apa jadinya kalau siaran TV di Indonesia berkembang menjadi seperti di Amerika di mana ada berpuluh-puluh channel / saluran dengan channel / saluran-saluran tertentu yang menyiar-kan acaranya 24 jam se­hari?

· keributan.

Ini bisa mengacaukan konsentrasi saudara sehingga saudara tidak bisa bersaat teduh dengan baik.

Maka pikirkanlah tempat dan saat yang tepat dimana saudara bisa mendapatkan suasana yang bebas dari keributan itu. Kalau perlu lakukanlah saat teduh pada dini hari dimana semua orang yang lain masih tidur (bdk. Mark 1:35).

II) Hidup benar (ay 9):

Dari ay 9 ini terlihat bahwa:

1) Paulus mengajar mereka Firman Tuhan.

2) Paulus sendiri mentaati Firman Tuhan yang ia ajarkan dan dengan demikian menjadikan dirinya sebagai teladan bagi mereka.

Kita harus mempunyai pandangan yang benar tentang hubungan seo­rang hamba Tuhan dengan ketaatan:

· pada satu sisi kita melihat bahwa Kitab Suci mengajarkan bahwa ham-ba Tuhan yang hidupnya brengsek, adalah nabi palsu (Mat 7:15-20).

· pada sisi yang lain kita harus menyadari bahwa semua hamba Tuhan juga adalah manusia yang berdosa, yang tidak mungkin hidup suci!

Karena itu jangan terlalu mudah mencap seorang hamba Tuhan sebagai nabi palsu hanya karena saudara melihat ia berbuat dosa.

3) Paulus ingin mereka mentaati Firman Tuhan yang ia ajarkan dan juga meneladani hidupnya (bdk. 1Kor 11:1).

Jadi, bukan hanya pikiran kita yang harus benar, tetapi hidup kita juga harus benar!

Jadi, kalau ay 6-7 menekankan doa dan penyerahan kepada Tuhan, maka ay 8-9 menekankan pikiran yang benar dan hidup yang benar.

III) Akibat pikiran dan hidup yang benar (ay 9b):

Kalau dalam ay 6-7 dikatakan bahwa ‘damai sejahtera Allah’ (the peace of God) akan memelihara hati / pikiran kita, maka dalam ay 8-9 dikatakan bahwa kalau kita berpikir dan hidup benar, maka ‘Allah sumber damai sejahtera’ (the God of peace) akan menyertai kita!

Bandingkan ini dengan Mat 5:8 yang mengatakan bahwa orang yang suci hatinya akan melihat Allah! Juga dengan Yes 48:18 yang menga­takan bahwa kalau kita mentaati Tuhan maka damai sejahtera kita akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaan kita akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti!

Karena itu, kalau saudara tidak mau taat pada Firman Tuhan, apapun alasannya, saudara sendiri yang rugi, karena saudara tidak akan bisa mengalami damai dan kebahagiaan yang Tuhan janjikan kepada orang yang berpikir benar dan hidup benar!

Seseorang mengatakan:

“It is the doer of the Word that is blessed, not the hearer” (= bukan pendengar Firman yang diberkati, tetapi pelaku Firman).

Karena itu, maukah saudara berusaha untuk bisa berpikir benar dan hidup benar?

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: